Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Dini, ULM-DLH dan Bank Sampah Banjarbaru Edukasi Santri TPQ

Raudah Anisya • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 05:14 WIB
EDUKASI: Tim PDWA LPPM ULM saat memberikan edukasi kepada santri TPQ. 
EDUKASI: Tim PDWA LPPM ULM saat memberikan edukasi kepada santri TPQ. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai sejak usia dini. Semangat tersebut diwujudkan Tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui kegiatan bertema “Implementasi Konsep Green Urban melalui Pendidikan Lingkungan pada TPQ Ar Rahman Al Banjari di Banjarbaru," Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di TPQ Ar Rahman Al Banjari, Kota Banjarbaru tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sekitar 75 santri dan 30 ustadz serta ustadzah mengikuti kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru dan Bank Sampah Banjarbaru.

Melalui kegiatan tersebut, para santri diperkenalkan dengan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta cara mengenali dan memilah sampah berdasarkan kelompoknya, mulai dari sampah organik, anorganik, residu, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).

Edukasi pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan. Dalam materi kegiatan juga ditekankan perlunya mengubah pola pikir tentang sampah, melakukan tindakan nyata untuk mengurangi timbulan sampah, serta mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan pilah sampah.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Banjarbaru, Putra Yulianda Ariesandi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi pemilahan sampah yang menyasar lembaga pendidikan Al-Qur'an merupakan langkah positif, terlebih sebagian besar santri TPQ masih duduk di bangku sekolah dasar.

LINGKUNGAN: Para santri TPQ yang mendapat edukasi soal kepedulian terhadap lingkungan. 
LINGKUNGAN: Para santri TPQ yang mendapat edukasi soal kepedulian terhadap lingkungan. 

“Kami mengucapkan terima kasih karena kegiatan pilah sampah dilaksanakan di sekolah Al-Qur'an yang santrinya banyak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap para santri dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan rumah maupun sekolah,” ujar Putra.

Menurutnya, pengenalan mengenai pengelolaan sampah sejak usia dini penting agar kebiasaan menjaga lingkungan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi secara bertahap menjadi bagian dari perilaku sehari-hari anak.

Pesan menjaga kebersihan juga mendapat penguatan dari sisi pendidikan keagamaan. Ustadz Abdul Hamid mengingatkan para santri bahwa kebersihan merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Ia mengaitkan kepedulian terhadap kebersihan dengan pesan keagamaan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Banjarbaru, Ir H Ismet Aliuddin yang menjadi narasumber kegiatan, memberikan pemahaman mengenai persoalan sampah, pemilahan berdasarkan jenis, hingga pengelolaannya melalui bank sampah.

Materi yang disampaikan juga menekankan bahwa persoalan bukan semata-mata terletak pada keberadaan sampah, melainkan bagaimana masyarakat mengelolanya. 

Ismet menjelaskan bahwa sampah yang dipilah dengan benar memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali, termasuk memberikan nilai ekonomi. Materi sosialisasi antara lain memperkenalkan pemilahan kertas, plastik dan logam yang memiliki nilai setelah dikumpulkan dan dipilah. 

Menariknya, Ismet juga melihat TPQ Ar Rahman Al Banjari memiliki peluang untuk membentuk Bank Sampah Unit. Keberadaan bank sampah unit tersebut nantinya dapat menjadi sarana pendidikan lingkungan bagi santri sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah di lingkungan TPQ dan keluarga.

Ketua Pelaksana PDWA, Abdi Fithria menegaskan bahwa pendidikan mengenai pemilahan sampah tidak seharusnya hanya ditujukan kepada orang dewasa. Anak-anak juga perlu mengetahui jenis dan karakteristik sampah sejak dini.

“Pilah sampah bukan hanya menjadi prioritas bagi orang dewasa. Anak-anak sekolah juga harus memahami mana sampah organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun. Dengan mengenal jenis sampah sejak dini, diharapkan kebiasaan memilah sampah dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Abdi.

Dalam kegiatan tersebut, para santri diberikan penjelasan dan diperkenalkan dengan pengelompokan sampah sesuai jenisnya. Dengan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, santri dikenalkan pada sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah dan daun, serta berbagai jenis sampah anorganik seperti kertas, plastik dan logam.

Materi narasumber juga menekankan pentingnya memilah sampah organik sejak dari sumber. Sampah organik diperkenalkan antara lain berupa sisa makanan, sisa sayuran, sisa lauk dan buah, sementara pengolahannya dapat diarahkan menjadi kompos, bokashi, eco-enzyme maupun melalui maggot BSF. 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Abdi Fithria, Arief Soendjoto, Syam'ani, dan Arfa Agustina, serta didukung oleh beberapa mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). 

Keterlibatan sekitar 105 santri, ustadz, dan ustadzah menunjukkan besarnya potensi lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung pendidikan lingkungan. TPQ tidak hanya menjadi tempat belajar membaca dan memahami Al-Qur'an serta membentuk karakter keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Tim PDWA berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti di lingkungan TPQ. Para santri diharapkan dapat membawa kebiasaan baik itu ke rumah dan sekolah, termasuk mengenali jenis sampah dan membuangnya sesuai kelompoknya.

Ke depan, gagasan pembentukan Bank Sampah Unit TPQ Ar Rahman Al Banjari juga dapat dikembangkan sebagai tindak lanjut kegiatan. Dengan dukungan berbagai pihak, keberadaan bank sampah unit berpotensi menjadi media pembelajaran lingkungan sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak usia sekolah.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, dan pengelola bank sampah tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya mewujudkan Banjarbaru yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. 

Editor : Fauzan Ridhani
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pendidikan lingkungan Pengabdian kepada masyarakat banjarbaru PDWA ULM