RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pertumbuhan penduduk yang terus melonjak di kawasan Sungai Andai dinilai tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pendidikan. Akibatnya, setiap tahun ajaran baru banyak orang tua kerepotan untuk mencari bangku sekolah bagi anak-anak mereka.
Persoalan itu mencuat saat Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hari Kartono, bertemu dengan warga Kompleks Al Hidayah, Kelurahan Sungai Andai, belum lama tadi. Warga mengeluhkan terbatasnya daya tampung sekolah mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.
Menurut Hari, aspirasi tersebut hampir selalu muncul setiap kali dirinya bertemu masyarakat. Banyak siswa akhirnya harus melanjutkan pendidikan ke luar kawasan Sungai Andai karena sekolah yang tersedia tidak mampu menampung jumlah calon peserta didik.
"Wilayah Sungai Andai berkembang sangat pesat sebagai kawasan perumahan. Namun jumlah sekolah belum sebanding dengan pertumbuhan penduduk," ujarnya.
Saat ini, di Sungai Andai hanya terdapat empat SD, dua SMP dan satu SMA. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah setiap tahun.
Hari meminta Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan segera mengambil langkah konkret. Baik dengan membangun sekolah baru maupun menambah ruang belajar di sekolah yang sudah ada.
Selain persoalan pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kemacetan di Jalan Padat Karya. Ruas jalan tersebut dinilai sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama pada jam berangkat kerja dan jam masuk sekolah.
Kemacetan paling parah terjadi di kawasan simpang Jalan Padat Karya setiap pagi. Warga berharap pemerintah segera melakukan pelebaran jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Editor : Arief