321 Lulusan SD Hilang dari Data ! Pastikan Bukan Putus Sekolah, Disdik Banjarmasin Telusuri Keberadaannya

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:21 WIB
WAJIB SEKOLAH: Ada 321 lulusan SD sederajat tidak melanjutkan sekolah di Banjarmasin. Identifikasi data perlu dilakukan guna memastikan angka putus sekolah bisa ditekan.
WAJIB SEKOLAH: Ada 321 lulusan SD sederajat tidak melanjutkan sekolah di Banjarmasin. Identifikasi data perlu dilakukan guna memastikan angka putus sekolah bisa ditekan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mencatat sebanyak 321 lulusan SD sederajat tahun 2026 belum teridentifikasi melanjutkan pendidikan ke mana. Temuan ini menjadi perhatian serius dalam evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027.

Berdasarkan data Disdik, jumlah lulusan SD sederajat tahun ini mencapai 9.572 siswa. Sementara yang tercatat melanjutkan pendidikan di jenjang SMP sederajat sebanyak 9.251 siswa.

Rinciannya, 6.364 siswa diterima di SMP negeri, 964 siswa di SMP swasta, dan 1.923 siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dengan demikian, masih terdapat 321 lulusan yang belum terpetakan keberlanjutan pendidikannya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Banjarmasin, Ariffian Noor Subhani, mengatakan belum tentu ratusan lulusan tersebut putus sekolah. Mereka bisa saja melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, sekolah di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, maupun daerah lain di luar Kalimantan Selatan.

"321 lulusan itu bisa saja masuk ponpes atau SMP sederajat di luar daerah seperti Banjar, Batola, bahkan Pulau Jawa. Yang paling penting bagi kami adalah memastikan tidak ada anak yang putus sekolah," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Ariffian, mulai tahun depan Disdik akan memperkuat sistem identifikasi dan pelacakan lulusan SD agar seluruh siswa dapat dipantau hingga benar-benar melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Disdik Banjarmasin, Arif Rahman Prasetyo, mengatakan pendataan terhadap 321 lulusan tersebut masih terus dilakukan.

"Ini masih menjadi pekerjaan rumah kami. Kami ingin mengetahui mereka melanjutkan sekolah ke mana agar datanya bisa dipetakan dengan lebih akurat," katanya.

Ia menjelaskan proses pendataan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) melalui data Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Integrasi data tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah menyusun langkah yang tepat untuk mencegah anak putus sekolah sekaligus memastikan seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Lulusan SD putus sekolah Disdik Banjarmasin