RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Minimnya jumlah peserta didik di SDN Perintis Raya, Tapin berdampak langsung pada besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Akibatnya, sekolah harus berjuang dengan anggaran terbatas untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga perbaikan fasilitas.
Kepala SDN Perintis Raya, Jumiati, mengatakan dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa. Semakin sedikit peserta didik, semakin kecil pula anggaran yang diterima sekolah.
"Karena murid sedikit, dana BOS yang kami terima juga sedikit. Untuk perbaikan sarana dan prasarana tidak bisa hanya mengandalkan dana BOS, sehingga kami hanya mengandalkan bantuan dari Dinas Pendidikan," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Saat ini SDN Perintis Raya hanya memiliki 40 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Bahkan, kelas IV dan kelas V masing-masing hanya diisi lima siswa.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal. Para guru terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik dengan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.
Jumiati berharap sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik yang minim tetap mendapat perhatian pemerintah, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, dukungan tersebut penting agar siswa tetap memperoleh lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas, meski belajar di sekolah dengan jumlah murid yang sedikit.
Editor : Eddy Hardiyanto