ANTUSIAS: Sebanyak 1.604 pelajar adu kemampuan di English Competition 2026.(Foto: Kominfo SP HST)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Sebanyak 1.604 pelajar dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Balangan ambil bagian dalam English Competition 2026 yang digelar Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Murakata Student Center, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten HST. Grand final berlangsung di Barabai, Kamis (23/7/2026).
Dari total peserta, hanya 60 finalis terbaik yang berhasil melaju ke babak puncak. Mereka berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA/sederajat dan bersaing pada kategori spelling bee, storytelling, serta speech.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Alam Mappaompo mengatakan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik.
"Kompetisi ini bukan sekadar mencari juara. Kegiatan ini menjadi sarana mengukur kemampuan, meningkatkan motivasi belajar, melatih kepercayaan diri, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bahasa Inggris," ujarnya.
Ia menjelaskan penyelenggaraan kompetisi mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
Alam merinci, peserta terbanyak berasal dari HST sebanyak 1.446 orang, disusul Balangan 89 peserta dan HSS 68 peserta, sehingga total mencapai 1.604 peserta.
"Dari seluruh peserta itu diseleksi hingga tersisa 60 finalis yang tampil pada grand final. Para pemenang akan memperoleh piala, uang pembinaan, serta kesempatan mengikuti program pendidikan," katanya.
Wakil Bupati Kabupaten HST, H Gusti Rosyadi Elmi mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris kini menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan global.
"Kalau ingin melek dunia, salah satu sarana yang harus kita kuasai adalah bahasa Inggris. Namun kecerdasan harus berjalan beriringan dengan akhlak. Orang boleh mengagumi kepintaran kita, tetapi mereka akan menghormati kita karena akhlak," tegasnya.
Ia menambahkan kemampuan berbahasa Inggris hendaknya dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan, membangun daerah, membanggakan orang tua, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keikutsertaan lebih dari 1.600 peserta dari tiga kabupaten juga menunjukkan HST mampu menjadi pusat kolaborasi pendidikan di Banua.
"Yang paling penting bukan hanya menjadi juara, tetapi keberanian untuk belajar, berlatih, dan tampil di depan umum. Itulah proses yang jauh lebih berharga," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani