RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan memberikan motivasi kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Magang Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema Agrominapolitan: Sinergi Pertanian Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Hulu Sungai Utara itu digelar di Aula Fakultas Pertanian ULM, Banjarbaru, Senin (20/7/2026).
Hero hadir mewakili sekaligus atas perintah Bupati HSU, H Sahrujani. Turut mendampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Akhmad Rijani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rizali Hadi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kamarudin. Kegiatan juga dihadiri Dekan Fakultas Pertanian ULM, para dosen, serta mahasiswa peserta KKN Magang.
Di hadapan para mahasiswa, Hero memaparkan besarnya potensi HSU sebagai daerah berbasis lahan rawa. Menurutnya, sekitar 87 persen dari total luas wilayah HSU seluas 91 ribu hektare merupakan kawasan rawa yang masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, riset, dan kolaborasi.
"Sebagian orang mungkin hanya melihat rawa sebagai hambatan. Namun bagi kami, rawa adalah kekuatan dan peluang besar untuk membangun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan," ujarnya.
Hero menjelaskan, sejak awal kepemimpinan Bupati H. Sahrujani, Pemkab HSU menetapkan visi menjadikan HSU Bangkit sebagai Pusat Agrominapolitan Penopang Logistik Kalimantan Selatan. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, salah satunya Program Rawa Makmur yang didukung sinergi dengan perguruan tinggi melalui KKN dan magang mahasiswa.
Ia juga memperkenalkan program Sekolah untuk Semua yang memiliki dua fokus utama, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan menjadikan HSU sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian, pengabdian, serta menghadirkan inovasi bagi pembangunan daerah.
"Kami membuka seluas-luasnya kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Kami ingin HSU menjadi laboratorium hidup, tempat lahirnya inovasi dan solusi yang dapat diterapkan untuk kemajuan daerah," katanya.
Hero menyebut sektor pertanian HSU terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, luas tanam meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor peternakan mampu memproduksi lebih dari satu juta ekor itik setiap tahun atau sekitar 20 persen dari total produksi itik di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, angka tersebut masih berpotensi meningkat hingga lima juta ekor per tahun apabila didukung inovasi, teknologi, dan pendampingan yang optimal.
Selain itu, HSU juga memiliki potensi unggulan lain, seperti kerbau rawa yang telah dikenal secara nasional, kawasan pertanian berbasis Polder Alabio, serta berbagai komoditas pertanian dan perikanan yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Agrominapolitan.
Melalui program KKN Magang tersebut, Pemkab HSU berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mahasiswa mampu melahirkan inovasi yang memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap adik-adik mahasiswa tidak hanya melaksanakan KKN, tetapi juga mampu menghadirkan ide, gagasan, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Mari bersama-sama membangun Hulu Sungai Utara sebagai pusat Agrominapolitan yang maju, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani