Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hanya Tujuh Murid Baru, SDN Muara Hungi HST Gelar MPLS dengan Sederhana, Ada yang Hanya Pakai Sandal

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:36 WIB
Tujuh siswa baru SDN Muara Hungi tetap semangat mengikuti MPLS. (Istimewa).
Tujuh siswa baru SDN Muara Hungi tetap semangat mengikuti MPLS. (Istimewa).

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai- Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Muara Hungi, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berlangsung sederhana. 

Meski hanya menerima tujuh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027, semangat belajar dan mengajar tetap terasa di sekolah yang berada di kawasan pedalaman tersebut.

Ketujuh siswa baru itu seluruhnya merupakan anak-anak dari Desa Muara Hungi. Dengan tambahan tersebut, jumlah peserta didik di SDN Muara Hungi kini mencapai 53 orang.

Keterbatasan ekonomi masih terlihat di hari pertama masuk sekolah. Sebagian siswa belum memiliki atribut sekolah yang lengkap. Ada yang masih mengenakan sandal, sementara lainnya masih memakai pakaian biasa karena belum memiliki seragam.

Guru SDN Muara Hungi, Sahdidin, mengatakan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat pihak sekolah dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak di desa.

"Berapa pun jumlah siswanya, kami tetap semangat mengajar demi mencerdaskan anak-anak di desa ini," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Ia mengatakan MPLS tetap dilaksanakan seperti sekolah lainnya, meski dengan fasilitas dan suasana yang sederhana. Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, serta teman-teman mereka.

Di sisi lain, kondisi serupa juga dialami SDN Juhu yang berada di kawasan pedalaman Pegunungan Meratus. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut hanya menerima lima siswa baru.

Guru SDN Juhu, Jamaluddin Rahmat, mengatakan seluruh peserta didik baru merupakan lulusan taman kanak-kanak di Desa Juhu.

"Letak Desa Juhu yang terpencil menjadi salah satu tantangan tersendiri," bebernya.

Akses menuju desa tersebut hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki melintasi kawasan hutan Meratus dan membutuhkan waktu hingga berhari-hari untuk mencapai lokasi.

Editor : M Oscar Fraby
Juhu Sekolah mpls Barabai HST