RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI mulai memetakan kesiapan teknis pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru.
Rapat koordinasi lintas sektor digelar di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru, Rabu (15/7), untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kurikulum sebelum hari H pelaksanaan pada Jumat, 31 Juli 2026 mendatang.
Fokus utama persiapan ini tertuju pada progres pembangunan gedung SRT 2 Banjarbaru yang terletak di Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis.
Sekolah inklusif ini ditargetkan rampung total dalam sisa waktu dua pekan ke depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, mengungkapkan bahwa progres fisik proyek strategis tersebut saat ini sudah menyentuh angka 90 persen. Pihaknya terus memantau pembenahan akhir agar bangunan siap menampung siswa baru tepat waktu.
"Insyaallah, proses pembenahan terus berjalan secara maraton. Kami targetkan pada tanggal 31 Juli nanti seluruh fasilitas sudah siap 100 persen untuk digunakan," ujar pria yang akrab disapa Sirjon tersebut, Rabu (15/7).
Sirjon menambahkan, Pemko Banjarbaru berkomitmen memobilisasi dukungan teknis dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Intervensi ini disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan guna menyokong operasional sekolah rakyat permanen tersebut.
Di sisi lain, pelaksanaan MPLS di SRT 2 Banjarbaru dipastikan akan langsung menyasar pada substansi pembelajaran, bukan sekadar pengenalan formal.
Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Radna Dewi Sartika, yang mewakili Kemensos RI, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan bakal dipusatkan di area gedung yang sudah selesai dibangun.
Target utamanya adalah mempercepat adaptasi siswa terhadap sistem pembelajaran baru.
“Orientasi utamanya adalah pengenalan program sekolah dan pemahaman kurikulum khusus Sekolah Rakyat itu sendiri kepada para calon siswa. Jadi, begitu masuk kelas, mereka sudah langsung siap belajar,” terang Radna.
Pemko Banjarbaru dan Kemensos juga menegaskan kesepakatan bersama untuk memperketat pengawasan selama masa orientasi.
Seluruh perangkat daerah dan tenaga pendidik diinstruksikan menyusun jadwal yang padat substansi edukasi serta menjamin lingkungan sekolah bersih dari praktik perundungan (bullying) sejak hari pertama.
Editor : Arif Subekti