RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - SMA Negeri 2 Pelaihari resmi memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah negeri baru yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari ini dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai upaya menambah daya tampung pendidikan menengah di wilayah Pelaihari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Pelaihari, Suyono, mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini merupakan yang pertama sejak sekolah berdiri.
"Pada tahun ajaran baru ini kami menerima 19 siswa, terdiri dari 12 perempuan dan tujuh laki-laki," ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Suyono, sebagian besar siswa berasal dari SMP Negeri 3 Pelaihari dan SMP Negeri 6 Pelaihari yang lokasinya berdekatan dengan sekolah.
Baru Memiliki Tiga Guru
Meski telah resmi beroperasi, SMAN 2 Pelaihari masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga pendidik.
Suyono menjelaskan, hingga saat ini sekolah belum memiliki Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), sehingga proses mutasi guru belum dapat dilakukan.
Ia mengatakan pihaknya baru mengikuti rapat bersama Biro Organisasi, Biro Hukum, dan Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan terkait perubahan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2025 yang diharapkan menjadi dasar pembentukan organisasi sekolah.
"Mudah-mudahan setelah perubahan regulasi tersebut, guru yang ingin mengajukan mutasi ke SMAN 2 Pelaihari bisa segera diakomodasi. Saat ini proses tersebut masih belum memungkinkan," katanya.
Saat ini, sekolah hanya memiliki tiga guru berstatus penugasan sementara yang berasal dari SMAN 1 Panyipatan, SMAN 2 Jorong, dan SMAN 1 Kintap.
Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, kekurangan tenaga pendidik sementara akan dibantu oleh guru-guru dari SMAN 1 Tambang Ulang.
"Tiga guru ini akan mengampu beberapa mata pelajaran. Selebihnya kami dibantu guru dari SMAN 1 Tambang Ulang agar proses belajar mengajar tetap berjalan," jelas Suyono.
Fasilitas Siap, Dana Operasional Masih Ditunggu
Di sisi sarana dan prasarana, SMAN 2 Pelaihari dinilai telah siap mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektare itu telah memiliki empat ruang kelas, ruang guru, toilet siswa putra dan putri, serta perlengkapan mebel kantor yang tinggal dirakit.
"Secara keseluruhan fasilitas yang ada sudah layak untuk mendukung operasional sekolah. Insyaallah kami siap menjalankan amanah yang diberikan oleh Disdikbud Kalsel," ujarnya.
Sebagai sekolah baru, pihaknya juga akan menggencarkan sosialisasi ke berbagai SMP di wilayah Pelaihari agar masyarakat semakin mengenal keberadaan SMAN 2 Pelaihari.
Menurut Suyono, kehadiran sekolah ini sangat dibutuhkan karena daya tampung SMAN 1 Pelaihari selama ini telah melebihi kapasitas.
Di sisi lain, ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera merealisasikan bantuan dana operasional agar aktivitas sekolah dapat berjalan lebih optimal.
"Kami berharap bantuan dana operasional dapat segera direalisasikan karena hingga saat ini sekolah baru ini belum memiliki anggaran operasional sendiri," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto