Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

54 SD Negeri Rusak Berat, Disdik Banjarmasin Akui Terkendala Anggaran

Endang Syarifuddin • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:42 WIB
ATAP BOLONG: Kondisi salah satu ruang kelas SD negeri di Banjarmasin yang mengalami kerusakan. Disdik mencatat 54 SD masuk kategori rusak berat dan menjadi prioritas rehabilitasi secara bertahap.
ATAP BOLONG: Kondisi salah satu ruang kelas SD negeri di Banjarmasin yang mengalami kerusakan. Disdik mencatat 54 SD masuk kategori rusak berat dan menjadi prioritas rehabilitasi secara bertahap.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kondisi infrastruktur sekolah dasar negeri di Kota Banjarmasin masih memprihatinkan. Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mencatat 54 dari 208 SD negeri mengalami kerusakan berat atau hampir 30 persen dari total sekolah yang ada.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Banjarmasin, Faisal Rachman, mengatakan hampir seluruh sekolah masih membutuhkan perbaikan dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari ringan, sedang hingga berat.

"Kurang lebih hampir 30 persen SD mengalami kerusakan berat. Sekitar 70 sekolah mengalami kerusakan sedang, sedangkan sisanya mengalami kerusakan ringan," ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Faisal, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam mempercepat rehabilitasi seluruh sekolah yang mengalami kerusakan. Karena itu, pemerintah harus menerapkan skala prioritas agar sekolah dengan kondisi paling mendesak lebih dulu diperbaiki.

"Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan. Karena jumlah sekolah yang rusak cukup banyak, tahun ini kami memprioritaskan rehabilitasi total terhadap sekolah-sekolah yang sudah masuk dalam perencanaan sejak 2025," jelasnya.

Pada 2026, Disdik mengalokasikan rehabilitasi total untuk enam sekolah, yakni SDN Sungai Miai 5, SDN Kelayan Barat 2, SDN Pengambangan 8, SDN Pelambuan 4, SMPN 26, dan SMPN 35.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan perbaikan ringan, pemasangan paving, serta peninggian halaman di SDN Pemurus Baru 3, SDN Pemurus Dalam 6, SDN Pekapuran Raya 2, dan SDN Sungai Lulut 3.

"Perbaikan tidak hanya rehabilitasi total, tetapi juga peninggian halaman dan perbaikan ringan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman," katanya.

Meski program rehabilitasi terus berjalan, Faisal mengakui jumlah sekolah yang membutuhkan pembenahan masih jauh lebih banyak dibandingkan kemampuan anggaran yang tersedia setiap tahun.

Karena itu, rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan tingkat urgensi masing-masing sekolah.

Ia berharap data kerusakan yang telah dihimpun dapat menjadi dasar penyusunan anggaran pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak sekolah yang dapat diperbaiki.

"Mudah-mudahan data ini menjadi acuan penyesuaian anggaran ke depan. Harapannya seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak," pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#sd #Disdik Banjarmasin #rusak