Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Suka Duka Guru Mengajar di Lereng Meratus, Dedikasi Tanpa Kenal Jarak di SMAN 1 Piani

Rasidi Fadli • Jumat, 10 Juli 2026 | 12:41 WIB
SUKA DUKA: Kepala SMAN 1 Piani Dwi Angga Oktavianto, menyampaikan terkait suka duka mengajar di sekolah ya g berada di pegunungan Tapin.
Foto Eva for Radar Banjarmasin 
SUKA DUKA: Kepala SMAN 1 Piani Dwi Angga Oktavianto, menyampaikan terkait suka duka mengajar di sekolah ya g berada di pegunungan Tapin. Foto Eva for Radar Banjarmasin 

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Jarak yang jauh dari pusat kota hingga tantangan keterbatasan jaringan tidak menjadi penghalang bagi para guru di SMA Negeri 1 Piani untuk terus mengabdi. 

Berada di Desa Beramban, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, sekolah yang berdiri di kawasan lereng Pegunungan Meratus itu tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan penuh semangat.

Setiap hari para tenaga pendidik harus menempuh perjalanan yang tidak singkat untuk sampai ke sekolah. Namun kondisi geografis tersebut justru menjadi bagian dari pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi muda yang tinggal di wilayah pegunungan.

Kepala SMAN 1 Piani, Dwi Angga Oktavianto, mengatakan seluruh guru tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik meski menghadapi berbagai keterbatasan.

"Semangat guru-guru tidak pernah surut. Kami tetap berupaya memberikan pembelajaran yang maksimal kepada peserta didik, meskipun lokasi sekolah cukup jauh dan masih ada beberapa kendala yang harus dihadapi," ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, tantangan yang masih dirasakan salah satunya berkaitan dengan proses input data dan pengelolaan administrasi yang kerap terkendala jaringan. Selain itu, jumlah peserta didik yang masih terbatas juga menjadi perhatian pihak sekolah.

Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah siswa akan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMAN 1 Piani.

Di balik jumlah siswa yang belum banyak, justru terdapat keuntungan dalam proses pembelajaran. Guru dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap peserta didik sehingga penyampaian materi berlangsung lebih efektif dan mudah dipahami.

"Karena jumlah siswa tidak terlalu banyak, proses pembelajaran bisa lebih fokus. Guru dapat mendampingi setiap siswa dengan lebih maksimal," jelasnya.

Ke depan, pihak sekolah juga terus berupaya meningkatkan berbagai fasilitas pendidikan secara bertahap agar kenyamanan dan kualitas pembelajaran semakin baik. Dengan dukungan sarana yang memadai, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SMAN 1 Piani.

Editor : Arif Subekti
#keterbatasan jaringan #pusat kota #Tapin #sma