RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Tanah Bumbu mengungkap fenomena minimnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar negeri.
Salah satu yang paling mencolok terjadi di SDN Penyolongan, Kecamatan Kusan Hilir. Hingga berakhirnya proses penerimaan, sekolah tersebut hanya memperoleh dua murid baru.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Dyah Hartati Dewi, mengatakan kondisi itu bukan dipengaruhi sistem penerimaan, melainkan karena jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut memang sangat terbatas.
"Jadi bukan karena sistem penerimaan, tetapi memang calon siswanya terbatas," ujarnya.
Menurut Dyah, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, jumlah seluruh siswa yang bersekolah di SDN Penyolongan saat ini hanya sekitar 20 orang.
Tak hanya SDN Penyolongan, Dinas Pendidikan juga mencatat SDN 7 Kecamatan Satui mengalami kondisi serupa. Hingga proses pendataan berlangsung, sekolah tersebut baru memiliki satu calon siswa dan itu pun belum melakukan daftar ulang.
"Itu pun belum daftar ulang," katanya.
Dyah menjelaskan, minimnya pendaftar di SDN 7 dipengaruhi pilihan orang tua yang lebih banyak menyekolahkan anak mereka ke SDN 3 yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersebut.
"Kami tidak bisa memaksa orang tua untuk memilih sekolah tertentu," katanya.
Dinas Pendidikan Tanah Bumbu berencana melakukan evaluasi terhadap upaya sekolah dalam menjaring peserta didik baru. Evaluasi itu meliputi efektivitas sosialisasi, pemasangan spanduk penerimaan siswa baru, hingga berbagai strategi promosi yang telah dilakukan sekolah.
"Ini untuk mengetahui apakah mereka aktif atau tidak," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto