Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penduduk Menyusut, Murid SDN Teluk Dalam 10 Ikut Hilang

Endang Syarifuddin • Jumat, 3 Juli 2026 | 12:46 WIB
Meski jumlah peserta didik terus menurun, proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan normal.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Meski jumlah peserta didik terus menurun, proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan normal.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Sepinya peminat di SDN Teluk Dalam 10 tidak hanya dipengaruhi persaingan antarsekolah. Berkurangnya jumlah anak usia sekolah di lingkungan sekitar juga disebut menjadi salah satu penyebab utama terus menurunnya jumlah peserta didik di sekolah tersebut.

Plt Kepala SDN Teluk Dalam 10, Arief Rahman Hakim, mengungkapkan setelah dua siswa kelas VI lulus tahun ini, jumlah peserta didik yang tersisa hanya 23 orang. Sementara pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah hanya memperoleh satu peserta didik baru.

"Setelah ada satu siswa baru, total peserta didik kami menjadi 24 orang," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (3/7/206).

Arief yang saat ini menjabat sebagai kepala SDN Teluk Dalam 9 ini menjelaskan,  jumlah penduduk usia sekolah di kawasan sekitar sudah jauh berkurang dibanding beberapa tahun lalu. Di sisi lain, orang tua kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta maupun negeri lain yang dianggap lebih sesuai. 

"Penduduk usia sekolah di sini memang sudah sedikit. Orang tua juga punya pilihan sendiri menentukan sekolah yang akan menerima anaknya," katanya.

Meski jumlah peserta didik terus menyusut, Arief memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal. Enam guru kelas yang dimiliki sekolah dinilai masih mampu memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal kepada seluruh siswa.

"Guru kelas ada enam orang dan masih bisa melayani. Kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik sesuai kemampuan agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik," ucapnya.

Terkait wacana regrouping atau penggabungan sekolah, Arief mengaku pernah mendengar adanya pembahasan tersebut. Namun, ia menegaskan kebijakan itu sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.
"Kami sebagai pihak sekolah siap mengikuti apa pun keputusan yang nantinya diambil," jelasnya.

Ia menambahkan, Disdik Kota Banjarmasin telah beberapa kali mengunjungi SDN Teluk Dalam 10, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Ryan Utama. Setiap kesempatan itu dimanfaatkan pihak sekolah untuk berkonsultasi mengenai kondisi sekolah dan langkah yang dapat dilakukan ke depan.
"Setiap ada kunjungan dari Disdik, termasuk Pak Kepala Dinas, kami selalu menyampaikan kondisi sekolah dan berkonsultasi mengenai penanganannya. Harapan kami tentu ada solusi terbaik agar sekolah ini tetap bisa memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, SDN Teluk Dalam 10 menjadi sorotan setelah hanya memperoleh satu pendaftar pada SPMB 2026 dari kuota 28 siswa. Kondisi tersebut mendorong Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin berencana menggelar rapat dengar pendapat bersama Disdik untuk mengurai penyebab sekaligus mencari solusi atas terus menurunnya jumlah peserta didik di sekolah tersebut.

Editor : Arif Subekti
#anak usia sekolah #lingkungan sekitar #terus merosot