RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Krisis peserta didik baru kembali terjadi di SDN Teluk Dalam 10 Kota Banjarmasin. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang ditutup 27 Juni lalu, sekolah tersebut hanya mencatat satu pendaftar dari kuota 28 siswa.
Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Pada SPMB 2025, sekolah hanya memperoleh enam pendaftar. Lebih parah lagi, pada 2024 tidak ada satu pun siswa baru yang mendaftar.
Fenomena ini mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin. Anggota Komisi IV, Ferry Hidayat menyatakan pihaknya akan segera membahas persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. “Kami akan menyampaikan kepada Ketua Komisi IV agar segera dijadwalkan RDP dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk mengetahui penyebab rendahnya minat masyarakat,” ujarnya.
Politisi PKB itu menilai kondisi tersebut sudah menjadi alarm bagi dunia pendidikan di Banjarmasin. Mengingat tren penurunan jumlah siswa terjadi berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Mulai dari sistem zonasi, kondisi lingkungan sekolah, kualitas layanan pendidikan, hingga sarana dan prasarana. “Kita harus mengetahui akar masalahnya. Apakah karena zonasi, jumlah anak usia sekolah yang berkurang, atau faktor kualitas layanan. Setelah itu baru bisa dicari solusi yang tepat,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan sekolah negeri kehilangan kepercayaan masyarakat. “Setiap sekolah negeri harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan layanan pendidikan berkualitas. Komisi IV akan mengawal ini sampai ada langkah nyata,” tegasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief