Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Wabup HSU Lepas 76 Mahasiswa PKM STIPER Amuntai, Usung Program Zero Waste untuk Tekan Stunting

M Akbar Radar Banjarmasin • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:49 WIB
HADIR: Wabup HSU, Hero Setiawan (tiga dari kanan) didampingi jajaran STIPER Amuntai melepas sekaligus berfoto bersama 76 mahasiswa peserta Program Praktik Kerja Mahasiswa (PKM) yang akan melaksanakan pengabdian di 13 desa di Kecamatan Sungai Tabukan, Rabu (1/7/2026).(Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)
HADIR: Wabup HSU, Hero Setiawan (tiga dari kanan) didampingi jajaran STIPER Amuntai melepas sekaligus berfoto bersama 76 mahasiswa peserta Program Praktik Kerja Mahasiswa (PKM) yang akan melaksanakan pengabdian di 13 desa di Kecamatan Sungai Tabukan, Rabu (1/7/2026).(Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan melepas 76 mahasiswa Program Praktik Kerja Mahasiswa (PKM) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai yang akan diterjunkan ke 13 desa di Kecamatan Sungai Tabukan, Rabu (1/7/2026).

Pelepasan dilakukan Wakil Bupati (Wabup) HSU, Hero Setiawan mewakili Bupati HSU. Kegiatan itu dihadiri Ketua Yayasan Bakti Muslimin, Dr Irza Setiawan S Sos M AP dan Pelaksana Tugas Ketua STIPER Amuntai,  Rum Van Royensyah SP MP, civitas akademika STIPER Amuntai, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), Kecamatan Sungai Tabukan, Koramil Sungai Tabukan, serta para mahasiswa peserta PKM.

Dalam sambutan Bupati HSU yang dibacakan Hero Setiawan, Pemkab HSU mengapresiasi konsistensi STIPER Amuntai yang setiap tahun melaksanakan PKM sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wadah pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Hero, PKM menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIPER Amuntai yang terus konsisten melaksanakan Program PKM. Kegiatan ini menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori pertanian ke dalam dunia kerja dan kehidupan masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor strategis dalam pembangunan HSU. Karena itu, kehadiran mahasiswa PKM diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui inovasi, edukasi kepada petani, serta penerapan teknologi dan metode budi daya yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Pemkab HSU juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater dan daerah selama menjalankan praktik di lapangan. Selain menjunjung tinggi etika, mahasiswa diminta menghormati adat istiadat setempat serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua STIPER Amuntai, Rum Van Royensyah mengatakan PKM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi syarat wajib bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi dan meraih gelar Sarjana Pertanian (S-1).

"Tahun ini sebanyak 76 mahasiswa diterjunkan ke 13 desa di Kecamatan Sungai Tabukan. Mereka akan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis pertanian," katanya.

Pada pelaksanaan PKM 2026, STIPER Amuntai mengusung tema "STIPER Berdampak: Penurunan Prevalensi Stunting melalui Ketahanan Pangan Masyarakat Berbasis Zero Waste." Tema tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Menurut Rum, konsep pertanian zero waste diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal secara mandiri, higienis, dan berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan gizi keluarga.

"Mahasiswa akan mendampingi masyarakat dalam mengelola potensi lokal melalui konsep pertanian berbasis zero waste. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung upaya penurunan prevalensi stunting," ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan program pengabdian STIPER Amuntai pada 2021 di Desa Murung Panti Hilir, Kecamatan Babirik. Saat itu, mahasiswa melalui Program Wiradesa memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga petani untuk mengolah hasil perikanan lokal menjadi sosis serta mengekstraksi minyak albumin dari ikan gabus (haruan). Model pemberdayaan tersebut akan direplikasi dan dikembangkan di seluruh desa lokasi PKM tahun ini.

Rum juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten HSU beserta seluruh instansi terkait, termasuk Pemerintah Kecamatan Sungai Tabukan, pemerintah desa, puskesmas, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan dinas terkait yang telah mendukung pelaksanaan PKM.

Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan PKM sebagai kesempatan belajar langsung dari masyarakat, menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat setempat, serta menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi desa-desa tempat pengabdian.

Editor : Fauzan Ridhani
#sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) #Amuntai #Pemkab HSU #Kabupaten Hulu Sungai Utara #program PKM