RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UNISKA MAB penerima Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk cair organik di Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Sungai Gampa yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok mitra. Pelatihan diprakarsai oleh tim gabungan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Pendidikan Kimia FKIP dan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP.
Tim diketuai oleh Assoc Prof Dr apt Yulistia Budianti Soemarie M Farm. dengan anggota tim dosen Rr Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani MSi dan apt Aris Fadillah M Farm.
Materi pelatihan disampaikan oleh Rr Ariessanty Alicia Kusuma W M Si yang memandu peserta secara langsung dalam proses pembuatan pupuk cair organik.
Pelatihan ini berangkat dari persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi warga Desa Sungai Gampa. Di desa tersebut terdapat home industri pembuatan kerupuk berbahan dasar singkong yang cukup berkembang.
Namun, aktivitas produksi tersebut menghasilkan limbah kulit singkong dalam jumlah besar yang selama ini dibuang langsung ke sungai. Limbah kulit singkong tersebut mencemari air sungai dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Melalui pelatihan ini, tim PKM UNISKA memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Yakni, mengolah limbah kulit singkong menjadi pupuk cair organik yang bernilai guna. Limbah kulit singkong berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC).
Pupuk organik memiliki keunggulan ramah lingkungan karena berasal dari bahan alami. Pupuk organik cair ini yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium yang merupakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal, dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam siklus hara.
Proses pembuatan pupuk organik cair dari kulit singkong dilakukan melalui fermentasi dengan penambahan aktivator Effective Microorganism 4 (EM4), gula merah atau molase, dan air. Peserta diajak memahami proses tersebut secara sederhana dan ramah lingkungan, sehingga limbah yang semula menjadi masalah dapat bertransformasi menjadi produk bermanfaat bagi pertanian maupun pekarangan rumah tangga.
Para peserta pelatihan ini nampak antusias menyimak dan mengikuti materi yang disampaikan oleh tim PKM UNISKA MAB. Ibu-ibu PKK aktif bertanya dan mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan pupuk cair organik yang dibimbing narasumber.
Tim PKM berharap kegiatan pelatihan ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan limbah yang selama ini mencemari sungai, tetapi juga menjadi titik awal terbukanya peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu PKK Desa Sungai Gampa.
Dengan bekal ilmu yang telah diperoleh, ibu-ibu PKK Desa Sungai Gampa diharapkan mampu memproduksi pupuk cair organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Sehingga, limbah kulit singkong yang sebelumnya menjadi beban lingkungan, dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata yang membawa dampak ganda, yaitu menjaga kebersihan sungai dan lingkungan desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.
Editor : Fauzan Ridhani