Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Masuk Zonasi dan Minim Prestasi, Sejumlah Calon Siswa Terkendala di SPMB 2026

Sheilla Farazela • Rabu, 24 Juni 2026 | 13:47 WIB
Panitia pelaksana PPDB di SMPN 8 Banjarbaru turut membuka pelayanan secara offline di sekolah (Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
Panitia pelaksana PPDB di SMPN 8 Banjarbaru turut membuka pelayanan secara offline di sekolah (Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ini membawa catatan tersendiri.

Di SMPN 8 Banjarbaru, sistem aplikasi SPMB yang dinilai praktis justru menyisakan dilema bagi sebagian calon siswa. Ketatnya penguncian sistem membuat sejumlah pendaftar dari luar daerah kesulitan mencari celah jalur masuk.

Hal tersebut diungkapkan oleh Verifikator SPMB SMPN 8 Banjarbaru, Tri Pratikno. Menurutnya, secara umum performa aplikasi SPMB online berjalan sangat baik dan memudahkan panitia karena semua aturan sudah terintegrasi secara otomatis. 

Namun, "kesempurnaan" sistem ini justru menjadi bumerang bagi calon siswa yang posisinya berada di area abu-abu.

"Kelebihannya memang lebih simpel karena semua aturan sudah dikunci di sistem. Permasalahannya adalah ketika ada siswa-siswa yang berada di luar zona dan luar jalur itu," ujar Tri, Rabu (24/6).

Ia mencontohkan kasus nyata yang jamak ia temukan di lapangan. Banyak calon siswa yang berasal dari luar daerah Banjarbaru tidak bisa masuk ke Jalur 1 (Zonasi) karena domisili yang tidak memenuhi syarat. 

Ketika mencoba peruntungan di Jalur 2 (Afirmasi), mereka juga tertolak karena bukan dari keluarga prasejahtera atau berkebutuhan khusus.

Peluang terakhir di Jalur 4 (Mutasi Orang Tua) juga nihil. Otomatis, satu-satunya harapan tersisa ada pada Jalur 3 (Prestasi).

"Nah, masalah baru muncul di Jalur Prestasi ini. Banyak anak yang kemampuannya rata-rata saja, bukan juara kelas, dan tidak punya prestasi akademik maupun non-akademik. Ketika nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mereka kurang, aplikasi langsung menolak secara otomatis. Mereka tidak bisa melanjutkan pendaftaran," bebernya.

Akibatnya, para calon siswa ini terkatung-katung karena tidak bisa masuk di semua jalur (J1 hingga J4). 

Tri menegaskan fenomena ini bukan dialami oleh satu dua orang saja, melainkan cukup banyak. Guna mengantisipasi hal tersebut, pihak sekolah memilih untuk menangguhkan sementara berkas-berkas bermasalah tersebut.

"Kami kembalikan dulu sebentar sambil menunggu konfirmasi dan koordinasi lanjutan mengenai bagaimana solusinya. Sejauh ini kendala terberat yang kami hadapi adalah itu," tambahnya.

Di luar kendala sistem penguncian tersebut, proses verifikasi di SMPN 8 Banjarbaru berjalan lancar. Hingga proses validasi terakhir, tercatat sudah ada 144 pendaftar yang berkasnya dinyatakan aman.

Rinciannya, Jalur Zonasi (J1) mendominasi dengan 119 pendaftar. Sebenarnya ada 121 pendaftar di jalur ini, namun 2 berkas sempat ditolak karena dokumen yang diunggah buram (ngeblur). 

Setelah panitia menghubungi orang tua siswa untuk perbaikan, data tersebut akhirnya berhasil diverifikasi.

Sementara itu, Jalur Afirmasi (J2) meloloskan 21 orang, setelah sebelumnya ada 2 berkas yang sempat diperbaiki karena kendala serupa. 

Adapun Jalur Prestasi (J3) baru terisi 4 orang; terdiri dari 1 siswa jalur prestasi non-akademik yang mengantongi scoring dari Dinas Pendidikan, dan 3 siswa dari jalur prestasi akademik dengan nilai TKA yang memenuhi syarat.

Tahun ini, SMPN 8 Banjarbaru sendiri menyediakan kuota daya tampung yang cukup besar. 

"Untuk rombongan belajar (rombel) di SMPN 8 ada 8 rombel. Jadi total keseluruhan siswa yang akan diterima nanti adalah 256 siswa," pungkas Tri.

Editor : M Oscar Fraby
#zonasi #PPDB #smp