BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai prioritas utama dalam pengembangan pendidikan inklusi.
Hingga saat ini, sekitar 500 guru telah mendapatkan pembekalan khusus melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan.
Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar tenaga pendidik mampu memberikan layanan pembelajaran yang adaptif, adil, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang beragam.
“Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu prioritas utama kami. Saat ini sekitar 500 guru telah mendapatkan pembekalan pendidikan inklusif melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan,” ujarnya.
Menurut Abdul Rahim, guru merupakan faktor paling menentukan dalam keberhasilan pendidikan inklusif karena berhadapan langsung dengan kebutuhan belajar peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah.
Karena itu, pemerintah memastikan program tersebut akan terus diperluas, sehingga semakin banyak guru di berbagai satuan pendidikan memiliki pemahaman yang memadai mengenai konsep pendidikan inklusif.
“Program ini akan terus diperluas agar semakin banyak guru mampu memahami kebutuhan belajar peserta didik yang beragam dan memberikan layanan pembelajaran yang adaptif, adil, dan berkualitas,” lanjutnya. (zkr/al/ris)
Editor : Arief