RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU - Harapan masyarakat Kecamatan Sampanahan untuk memiliki sekolah menengah kejuruan sendiri semakin mendekati kenyataan. Rencana pendirian SMK Islam Terpadu (IT) Raudhatul Aminin di Desa Sukamaju kini memasuki tahap krusial setelah Tim Verifikasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung melakukan pengecekan lapangan, Kamis (18/6/2026).
Tim yang dipimpin Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMK, Gusti Musriadi, serta Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMK, Rina Rahmawati, melakukan verifikasi terhadap kesiapan administrasi, lahan, bangunan, hingga konsep pendidikan yang akan diterapkan sekolah tersebut.
Pendirian SMK IT Raudhatul Aminin dinilai sangat mendesak. Pasalnya, setiap tahun ratusan lulusan SMP di wilayah Sampanahan terancam tidak melanjutkan pendidikan akibat terbatasnya daya tampung sekolah menengah atas yang tersedia.
Ketua Yayasan Raudhatul Aminin, Yana, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat sekitar 180 lulusan SMP dari lima sekolah pendukung. Sementara sekolah menengah terdekat hanya mampu menampung 108 siswa.
"Mau tidak mau harus ada kelanjutan pendidikan untuk anak-anak kami. Selain pendidikan agama, mereka juga membutuhkan keterampilan agar siap menghadapi dunia kerja. Kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan empat perusahaan swasta di wilayah ini," ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Sukamaju, Supriyudin. Ia menegaskan pemerintah desa siap mendukung penuh berdirinya sekolah yang memadukan pendidikan agama, ilmu pengetahuan umum, dan keterampilan kerja tersebut.
"Kami mendukung sepenuhnya karena pendidikan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Semoga proses pengajuan yayasan dapat segera disetujui," katanya.
Camat Sampanahan, Juhaini, juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat, termasuk perusahaan-perusahaan swasta yang siap mendukung keberadaan sekolah tersebut.
Menurutnya, kehadiran SMK IT Raudhatul Aminin akan membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda di wilayah Sampanahan.
Perjuangan menghadirkan sekolah ini juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kotabaru Fraksi PAN, Rahmad. Legislator dari Daerah Pemilihan III itu mengaku aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar proses verifikasi dapat segera dilakukan.
"Kewenangan pendidikan menengah memang berada di provinsi. Namun melihat potensi sekitar 180 anak yang membutuhkan akses pendidikan lanjutan, saya berupaya menjembatani komunikasi agar proses ini bisa segera berjalan," ujarnya.
Sementara itu, Gusti Musriadi menegaskan bahwa verifikasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Karena sekolah belum beroperasi, seluruh aspek harus dipastikan memenuhi ketentuan hukum maupun standar kelayakan fisik yang berlaku.
"Kami harus memastikan kesiapan administrasi, legalitas, lahan, dan bangunan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," jelasnya.
Di sisi lain, Rina Rahmawati mengingatkan bahwa pembangunan SMK harus dirancang dengan visi jangka panjang dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menekankan pentingnya ketersediaan guru produktif yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian yang akan dibuka sekolah.
"Kami berharap tersedia tenaga pendidik yang benar-benar memiliki kompetensi sesuai jurusan dan memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan industri," ujarnya.
Melihat potensi ekonomi Sampanahan yang didominasi sektor perkebunan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel menyarankan agar jurusan yang dibuka pada tahap awal disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan dunia usaha setempat.
Jika seluruh persyaratan terkait guru, lahan, sarana prasarana, dan kurikulum terpenuhi, peluang berdirinya SMK IT Raudhatul Aminin semakin terbuka lebar.
Keberadaan sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi keterbatasan daya tampung pendidikan menengah, tetapi juga menjadi jembatan bagi generasi muda Sampanahan untuk memperoleh keterampilan dan peluang kerja yang lebih baik di masa depan.
Editor : Eddy Hardiyanto