RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya Radikalisme serta Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba yang digelar di Masjid Pancasila Pondok Pesantren (Ponpes) Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan santriwati tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten HSU, BNNK HSU, aparat penegak hukum, hingga unsur Forkopimda.
Kepala Kesbangpol HSU Amberani mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak generasi muda, khususnya penyalahgunaan narkoba dan masuknya paham radikalisme.
Menurutnya, Ponpes Rakha dipilih karena memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan. Selain itu, setiap tahun para mahasiswa Rakha melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa di Kabupaten HSU.
"Melalui kegiatan ini, kami menjajaki kerja sama dengan Ponpes Rakha agar para mahasiswa dan santri dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba dan radikalisme," ujarnya.
Amberani menegaskan, saat ini ancaman narkoba menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena telah menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun profesi.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ekosusbud Agama dan Ormas) Kesbangpol HSU, Dr. Hatmiati, mengatakan keterlibatan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, sangat penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, generasi muda harus dibekali pemahaman yang kuat agar mampu mengenali sekaligus menolak berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan mereka.
"Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para santriwati tidak hanya memahami bahaya narkoba dan radikalisme, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat," katanya.
Hatmiati menambahkan, pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati HSU H. Sahrujani menegaskan bahwa persoalan narkoba menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Kabupaten HSU.
Ia berharap para santri dan mahasiswa Rakha dapat membantu menyebarluaskan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat sehingga upaya mewujudkan HSU bebas narkoba dapat tercapai.
Selain Bupati HSU, kegiatan juga diisi paparan dari Ketua DPRD HSU, Kepala BNNK HSU, serta sejumlah instansi terkait mengenai bahaya narkoba, radikalisme, dan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.
Editor : Fauzan Ridhani