RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Bisnis di bidang pendidikan memang selalu berkembang. Tak terkecuali bidang bimbingan belajar membaca, menulis, dan berhitung (bimbel calistung).
Di Kota Banjarmasin, permintaan bimbel calistung terbilang tinggi. Pasalnya, para orangtua menginginkan anak-anak mereka bisa membaca, menulis, dan berhitung sebagai syarat masuk Sekolah Dasar (SD).
Tak ayal, sektor bisnis pendidikan bimbel calistung yang menyasar anak pra sekolah tersebut sudah jadi kebutuhan, terutama di kota-kota besar seperti di Banjarmasin. "Kami hadir di Banjarmasin untuk memberikan solusi bagi para orangtua yang ingin mempersiapkan anak-anaknya masuk SD. Dengan metode belajar yang efektif dan menyenangkan, kami pastikan anak-anak bisa menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai syarat masuk SD," sebut I Gusti Agung Mira Suhariyanti, owner bimbel calistung Anemone di kawasan Jalan Bumi Mas Raya Banjarmasin.
Mira menuturkan karena baru saja grand openning, Anemone Jalan Bumi Mas Raya Banjarmasin tak mematok target tinggi dalam mencari siswa. "Kami fokus maksimal 15 siswa per bulan atau sekitar 180 siswa per tahun. Ini penting untuk memberikan pembelajaran maksimal kepada para peserta didik kami. Selain itu, juga ada sejumlah promo menarik dan coba gratis bagi calon peserta didik," sambungnya.
Mira menambahkan lembaga bimbel yang dikelolanya ini menerapkan sistem waralaba, sehingga sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia. "Anemone yang kami buka di Banjarmasin merupakan cabang yang ke-286, dan saat ini juga masih akan menyusul grand opening di sejumlah kota-kota lain di Indonesia. Kami juga membuka program kemitraan bagi masyarakat yang berkeinginan membuka bimbel calistung," sebutnya.
Di sisi lain, Mira tak menampik di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak saat ini, bisnis bimbel tak menutup kemungkinan juga terkena dampaknya. "Yang jelas, kami tetap fokus pada tujuan awal, yakni memberikan pembelajaran calistung yang efektif bagi anak-anak. Dan kami berkeyakinan pasar bimbel calistung tidak akan pernah jenuh, bahkan terus tumbuh seiring peningkatan populasi usia dini dan kesadaran para orangtua memberikan pendidikan terbaik buat buah hatinya," tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani