RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - SDN 1.5 Belimbing di Kelurahan Belimbing Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong memiliki cara tersendiri dalam mendidikan dan membudayakan peduli lingkungan bagi anak didiknya.
Mereka diajarkan dan ikut terlibat dalam pengelolaan lingkungan hidup sekolahnya, salah satunya dengan menanam dan merawat tanaman di sekitar pekarangan sekolah mereka.
SDN 1.5 Belimbing memiliki bagunan green house sederhana di sudut sekolah. Di dalamnya terdapat aneka tanaman. Diantaranya, Anggrek, Kaktus Koboi, beberapa tanaman Aglonema, Sirih Gading, Lidah Mertua, Gelombang Cinta/Anthurium, Sukulen, Krokot, Kuping Gajah, Lili Paris, dan Patah Tulang Daun.
Semuanya tumbuh subur berkat tangan ulet siswa yang dibimbing gurunya. Bahkan, kini hasil keberadaan green house juga mempercantik semua ruang sekolah dan menambah area hijau komplek pendidikan.
Mikhaila Alya Salim, Kelas V merasa bersemangat ketika jadwal sekolah sudah menyentuh anega ragam flora tersebut.
“Seru banget, kami bisa melihat secara langsung bagaimana cara menanam dan merawat tanaman di green house. Saya jadi tahu kalau merawat lingkungan itu tidak susah dan ternyata menyenangkan," katanya.
Nadya, siswa kelas VI tak kalah seru. “Saya sangat senang terlibat secara langsung merawat tanaman karena menambah pengalaman dan keterampilan bercocok tanam. Sekolah menjadi terlihat lebih hijau dan adem sejak ada green house," cetusnya.
Keterlibatan dalam kurikulum budaya lingkungan ini tidak hanya bagi kaum hawa, siswa laki-laki juga diperkenankan.
Muhammad Faisal Akbar siswa kelas III juga ikut terlibat dan menyadari pentingnya pengetahuan dari menanam tanaman. “Menyenangkan sekali saya bisa melihat tanaman secara langsung yang biasanya hanya bisa saya lihat di buku dan internet," ucapnya.
Plt Kepala SDN 1.5 Belimbing, Syamsiar Hayati mengatakan tujuan kegiatan di green house di lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran bagi siswa tentang budidaya tanaman.
"Melatih siswa merawat dan mengelola tanaman. Menumbuhkan sikap peduli lingkungan dan cinta terhadap tanaman," paparnya.
Bahkan, dia juga memberi apresiasi hasil dari kegiatan tersebut yang telah menghijaukan dan mempercantik area sekolah SDN 1.5 Belimbing.
Program green house SDN 1.5 Belimbing dikelola dengan koordinator lapangan guru pendamping yang mengawasi dan mendampingi siswa.
Hasilnya, sejumlah siswa telah terpilih dan ditetapkan sebagai kader adiwiyata kelompok kerja (Pokja) green house yang berperan penting melakukan penyemaian dan perawatan harian tanaman.
"Orang tua siswa juga kami libatkan sebagai pendukung kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan green house," jelasnya.
Tapi, yang membuatnya bangga program adiwiyata SD Negeri 1.5 Belimbing mendapat dukungan dari PT Pertamina EP Tanjung Field
"Membuktikan bahwa dunia industri mendukung pendidikan berbasis lingkungan," cetusnya.
Pembinaan dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Tabalong dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong turut diberi apresiasi atas program ini.
Editor : Fauzan Ridhani