RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Suara tawa dan wajah ceria anak-anak taman kanak-kanak kerap menghiasi markas pemadam kebakaran di Kabupaten Tapin. Bukan sekadar berkunjung, mereka datang untuk belajar mengenal profesi yang setiap hari berjibaku melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
Kegiatan edukasi pemadam kebakaran tersebut ternyata sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi banyak TK dan PAUD di Kabupaten Tapin. Melalui program itu, anak-anak diperkenalkan berbagai hal tentang dunia pemadam kebakaran dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Mudo Harjuno, mengatakan hampir seluruh TK di Tapin memiliki kurikulum atau agenda pembelajaran yang memasukkan pengenalan profesi pemadam kebakaran.
“Dari TK di Tapin punya kurikulum tersendiri. Hampir semua di Tapin memang menjadikan ini agenda tahunan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Mudo, materi yang diberikan tidak hanya sebatas mengenalkan mobil pemadam kebakaran. Anak-anak juga diajarkan tentang profesi petugas damkar, fungsi peralatan pemadam, hingga bahaya bermain api.
“Mereka dikenalkan profesi pemadam kebakaran, mengenal alat-alat pemadam kebakaran, serta memahami bahaya penggunaan api, termasuk korek api yang sering dianggap sebagai mainan oleh anak-anak,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga memperkenalkan berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki Damkar Tapin. Mulai dari mobil pemadam, perlengkapan keselamatan, hingga peralatan yang digunakan saat bertugas di lapangan.
Bagian yang paling ditunggu anak-anak biasanya adalah sesi praktik. Dengan pengawasan petugas, mereka diberikan kesempatan mencoba memegang dan menyemprotkan selang pemadam kebakaran.
Meski dilakukan dalam suasana bermain, edukasi tersebut memiliki tujuan penting. Yakni menanamkan kesadaran sejak usia dini mengenai bahaya kebakaran serta langkah sederhana yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak lebih mengenal tugas pemadam kebakaran sekaligus memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dari bahaya kebakaran,” tambah Mudo.
"Program edukasi seperti ini dinilai efektif karena anak-anak belajar langsung melalui pengalaman. Di tengah tingginya risiko kebakaran yang dapat terjadi kapan saja, pendidikan keselamatan sejak usia dini menjadi langkah penting," tambahnya.
Editor : Arif Subekti