RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Berbeda dengan sekolah lainnya yang membuka pendaftaran untuk siswa baru, Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru menerapkan sistem penjangkauan (outreach) aktif.
Penerimaan siswa baru dilakukan dengan cara menyisir langsung calon murid yang membutuhkan menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menjelaskan bahwa sistem ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah. Tim gabungan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran.
"BPS nanti berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Kemenag. Tim akan melihat data tunggal tersebut lalu dicross check ke lokasi untuk memastikan apakah calon siswa benar-benar masuk dalam kategori desil 1 atau desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah)," ujarnya, Rabu (3/6).
Rifki menambahkan, pihak sekolah tidak terlibat penuh dalam proses penyaringan awal ini. Seluruh proses penjangkauan dan validasi data di lapangan murni digerakkan oleh Kemensos bersama Dinsos setempat.
Jika berkaca pada penjangkauan awal tahun 2025 lalu, sistem ini berhasil menjaring 125 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Namun, untuk tahun ini, ada penyesuaian kuota. "Tahun ini kemungkinan besar kami tidak menerima untuk yang di (SRT 9) sini. Nanti (calon siswa yang terjaring) akan langsung diarahkan ke lokasi Sekolah Rakyat yang permanen," bebernya.
Meski tidak membuka pendaftaran, Rifki tak menampik bahwa animo masyarakat Banjarbaru sangat tinggi. Hampir setiap hari ada saja orang tua murid yang datang ke sekolah dengan harapan bisa mendaftarkan anak mereka.
Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah terus memberikan edukasi kepada warga yang datang. Rifki menegaskan, warga yang merasa memenuhi kriteria desil 1 atau desil 2 namun belum terdata, dapat menempuh jalur pengusulan mandiri. "Masyarakat bisa berkonsultasi dengan Dinsos melalui kelurahan setempat," pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief