RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Bursa pencalonan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 mulai bergerak. Satu nama resmi muncul sebagai bakal calon pertama, yakni Iwan Aflanie yang saat ini menjabat Wakil Rektor I ULM periode 2022-2026.
Akademisi senior sekaligus dokter spesialis forensik itu menyerahkan langsung berkas pencalonannya kepada Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) ULM di Gedung Rektorat ULM, Jumat (29/5/2026).
Bagi Iwan, langkah maju dalam kontestasi pemilihan rektor bukan sekadar soal jabatan, melainkan panggilan pengabdian untuk membawa kampus berjuluk Burung Enggang terus berkembang di tengah perubahan zaman.
“Jika kita cepat berpuas diri, maka ULM akan tertinggal. Jadi banyak hal yang tetap harus diupayakan untuk mewujudkan berbagai visi kemajuan,” ujarnya.
Disrupsi Digital Jadi Tantangan Utama
Dalam pemaparannya, Iwan menyoroti besarnya tantangan dunia pendidikan di era modern, terutama akibat derasnya disrupsi digital yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas jaringan kerja sama, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga membawa nama ULM dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
“Disrupsi digital di segala aspek kehidupan harus dimaksimalkan, termasuk arah pendidikan itu sendiri,” tegasnya.
Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kemudahan akses digital juga menghadirkan ancaman jika tidak diimbangi kemampuan menyaring informasi secara bijak.
Literasi Digital Harus Berkualitas
Iwan menilai masyarakat Indonesia saat ini sangat dekat dengan pola informasi digital dan serba instan. Sayangnya, tidak semua informasi yang dikonsumsi memiliki nilai edukatif maupun positif.
“Kebanyakan masyarakat menyukai yang sifatnya digital, tetapi tidak semuanya yang dikonsumsi adalah konten positif,” katanya.
Menurut akademisi Fakultas Kedokteran ULM tersebut, tingginya arus informasi harus dibarengi kemampuan literasi yang sehat agar civitas akademika tidak mudah terpengaruh konten negatif.
Ia mencontohkan maraknya penyebaran konten yang memicu kriminalitas, pornografi, hingga informasi yang menjauhkan masyarakat dari norma sosial akibat kemudahan akses digital.
“Disrupsi digital harus dimanfaatkan untuk kemajuan, tetapi harus dipilah dan dipilih dengan baik,” ungkapnya.
Karena itu, Iwan menegaskan ULM harus terus menjadi ruang inovasi, penelitian, dan implementasi gagasan nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Didampingi Keluarga dan Tokoh Senior
Saat menyerahkan berkas pencalonan, Iwan turut didampingi anggota keluarga dan sejumlah tokoh senior yang selama ini mendukung perjalanan akademiknya.
Sosok sang ibunda bahkan disebut sebagai figur istimewa yang selalu mendampingi perjalanan hidupnya hingga saat ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek ULM, Dr. Irfani, mengatakan penjaringan bakal calon rektor masih dibuka hingga 4 Juni 2026.
Ia menyebut, jika jumlah minimal empat bakal calon belum terpenuhi, maka masa pendaftaran masih memungkinkan untuk diperpanjang.
“Pak Iwan ini calon pertama yang menyerahkan berkas. Mungkin masih ada, karena terdapat kabar dari tim lain yang akan mendaftar,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto