RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Dosen Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan singkat tentang pembuatan pakan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan lokal tanaman air. Sebanyak 40 orang pembudidaya ikan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (25/5/2026). Materi yang diberikan meliputi penyajian teori tentang karakteristik ikan patin dan bawal, pengetahuan tentang wadah budidaya, sumber dan ketersediaan bahan pakan, potensi dan formulasi pakan ikan, serta praktik singkat pembuatan pakan mandiri berbasis tanaman air.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten HSU, Hero Setiawan. Dalam sambutannya, Hero menyatakan Kabupaten HSU mempunyai karakteristik geografik lahan bawah yang cocok untuk pengembangan perikanan. Sehingga, sekarang Kabupaten HSU mempunyai visi misi Agrominapolitan. Pemkab HSU akan terus berusaha mendukung secara penuh program-program yang berkaitan dengan pengembangan Agrominapolitan. Termasuk mendukung sosialisasi dan edukasi pembuatan pakan mandiri kepada insan-insan pembudidaya ikan.
Hero mengatakan semoga program pakan mandiri berbasis tanaman air ini akan dapat menekan biaya produksi. Sehingga, dapat menambah margin keuntungan dan pada akhirnya mensejahterakan pada pembudidaya ikan.
Hero berharap program ini mendukung Kabupaten HSU BANGKIT (Berkeadilan, Unggul, Kreatif) sebagai Pusat Agrominapolitan menopang logistik Kalsel.
Ketua Tim pengabdi, Dr Noor Arida Fauzana S Pi M Si menyampaikan pakan sangat penting dalam budidaya ikan. Pasalnya, pakan secara langsung menentukan pertumbuhan dan perkembangan organisme budidaya. Mutu pakan, jumlah yang diberikan, serta frekuensi pemberian merupakan variabel kunci yang menentukan keberhasilan pertumbuhan ikan. Namun, biaya pakan sangat besar, yaitu bisa mencapai 60%–70% dari seluruh biaya produksi pembesaran ikan. Ini merupakan permasalahan klasik dan krusial bagi pembudidaya, karena dengan menggunakan pakan komersial, margin keuntungan yang didapat menjadi kecil.
Beberapa tanaman air memiliki potensial sebagai bahan baku dalam formulasi pakan ikan. Yakni, meliputi eceng gondok, kiapu, kiambang, azolla, hydrilla, gulma itik, dan susupan gunung
Selain Noor Arida Fauzana, tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr Ir Pahmi Ansyari MS, Dr Slamat S Pi M Si, dan Ir Muhammad Adriani M Si, serta mahasiswa Program Studi Akuakultur: Muhammad Daffa Raihan dan Muhammad Hanif Azis yang membantu dalam praktik pembuatan pakan mandiri berbasis tanaman air lokal.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten HSU, Khairi Hanani S IP MM. Kegiatan yang dilakukan tim Dosen ULM ini sejalan dengan kegiatan Dinas Perikanan Kabupaten HSU, terutama pemberdayaan pembudidaya ikan kecil. Kegitan tersebut menjadi salah satu tugas dan fungsi Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten HSU. Terutama dalam memberikan pendampingan, kemudahan akses ilmu pengetahuan teknologi, serta informasi sebagai upaya pengembangan budidaya ikan di Kabupaten HSU.
Lebih lanjut, ibu Maysyarah SPi, Kabid Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan HSU menyatakan informasi terkait formulasi pakan mandiri diperlukan inovasi untuk pembuatan pakan mandiri berbasis sumberdaya lokal (tanaman air sebagai salah satu bahan) yang mana ketersediaan bahan dapat dengan mudah dan murah didapatkan dan diolah.
Selain itu, pelaku usaha juga perlu diyakinkan dengan penggunaan pakan mandiri sebagai bahan pakan tambahan dapat mengurangi cost dan merupakan salah satu solusi menekan biaya produksi di tengah harga pakan pabrik yang cenderung fluktuatif mengalami peningkatan
Pembudidaya Ikan menyambut baik kegiatan ini. Sam’ani dari Pokdakan Lele Terbang, Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan menuturkan kegiatan ini memberikan wawasan baru yang bisa langsung diterapkan. “Saya sangat tertarik, karena ternyata pembuatan pakan mandiri dapat menggunakan tanaman air yang sangat banyak di HSU yang selama ini tidak termanfaatkan, tapi hasilnya bisa mengurangi biaya pembesaran ikan,” tuturnya sambil tersenyum.
Tim Pengabdi berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendorong kemandirian pembudidaya ikan dalam penyediaan pakan. Selain meningkatkan efisiensi, kegiatan ini juga menjadi langkah edukatif dalam pengelolaan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan dalam pemanfaatan tanaman air yang sebagian menjadi gulma ke arah kebermanfaatan untuk bahan baku pakan ikan.