RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3,1 miliar untuk jasa pengawasan rehabilitasi dan regrouping sejumlah sekolah pada 2026. Jasa pengawasan itu menyasar beberapa SD dan SMP yang akan direhabilitasi total hingga digabung (regrouping) akibat jumlah siswa yang terus menurun dan pertimbangan efektivitas pengelolaan sekolah.
Sejumlah sekolah yang masuk program rehabilitasi total di antaranya SDN Pengambangan 8, SDN Sungai Miai 5, SDN Pelambuan 4, SMPN 26, serta SMPN 35 Banjarmasin. Berdasarkan rincian anggaran, jasa pengawasan rehabilitasi SDN Pelambuan 4 dianggarkan sekitar Rp698 juta. Nilai yang sama juga dialokasikan untuk SDN Kelayan Barat 2 dan SDN Pengambangan 8.
Sementara pembangunan baru SMPN 26 dan SMPN 35 Banjarmasin disiapkan anggaran jasa pengawasan sekitar Rp780 juta.
Tak hanya itu, pembangunan ruang kelas baru SDN Sungai Miai 5 juga masuk dalam program dengan alokasi anggaran sekitar Rp170 juta. Disdik Banjarmasin juga menganggarkan sekitar Rp122 juta untuk pengerasan halaman sekolah di SDN Pemurus Baru 3, SDN Pemurus Dalam 6, SDN Pekapuran Raya 3, serta SDN Sungai Lulut 3.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan selain rehabilitasi total, pihaknya juga melakukan regrouping terhadap sejumlah sekolah dasar. Sekolah yang masuk program regrouping yakni SDN Pengambangan 8, 9, dan 10. Kemudian SDN Teluk Dalam 9 dan 10, serta SDN Kelayan Barat 2 dan 3.
Menurut Ryan, kebijakan tersebut dilakukan karena sejumlah sekolah memiliki jumlah peserta didik yang minim serta kondisi sarana yang dinilai kurang efektif jika tetap dipertahankan secara terpisah.
Ia mencontohkan SDN Pengambangan 10 yang berada di kawasan dekat titian sungai dengan jumlah murid yang sedikit, sedangkan kondisi bangunan merupakan bekas sekolah Inpres.
Sementara SDN Pengambangan 9 turut terdampak program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), ditambah status lahan yang bukan milik pemerintah daerah. “Jadi secara kelembagaan dan pembiayaan lebih efektif dipusatkan atau regrouping ke SDN Pengambangan 8,” ujarnya, Rabu (20/5).
Kebijakan serupa juga diterapkan terhadap SDN Kelayan Barat 2 dan 3, serta SDN Teluk Dalam 9 dan 10 yang lokasinya berdekatan.
Disdik Banjarmasin menilai regrouping menjadi langkah yang lebih efektif dibanding mempertahankan sekolah dengan jumlah siswa yang terus menurun.
“Dengan begitu jadi bisa lebih fokus untuk rehab dan lainnya. Tahun depan juga bakal dilakukan baik itu rehab total maupun regrouping,” tutup Ryan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief