RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Sekitar 50 orang rombongan Dinas Pertanahan Lingkungan Hidup (DPLH) dan sejumlah perwakilan sekolah asal Kabupaten Balangan berkunjung ke SMAN 1 Tanta, Kabupaten Tabalong, Rabu (20/5/2026).
Kedatangan mereka melakukan studi tiru program Sekolah Adiwiyata, karena SMAN 1 Tanta telah lama berpredikat Adiwiyata Mandiri, sejak tahun 2024 lalu.
SMAN 1 Tanta menyambut mereka dengan menampilkan berbagai program sekolah peduli lingkungan. Mulai dari efisiensi dalam penggunaan energi, penyebaran informasi peduli lingkungan melalui majalah dinding sekolah, hingga pengelolaan sampah organik dan non organik di sekolah.
Selain itu SMAN 1 Tanta juga memperlihatkan hutan sekolah di perkarangan sekolah yang berisi aneka pohon, yang dikenal dengan laboratorium alam.
Kepala SMAN 1 Tanta, Eko Prayitno berharap sekolahnya dapat memberi kontribusi kepada rombongan DLH dan sekolah Balangan atas kunjungan tersebut.
"Mudahan kami bisa berkontribusi dan sharing apa yang perlu, sehingga nilai pendidikan lingkungan hidup di Balangan terbina dengan baik," ujarnya.
Ia memberitahukan sekolah dengan unggulan komputer jaringan dan dua bahasa itu selama ini juga telah menerapkan kurikulum berbasis peduli lingkungan pada semua siswanya.
"Kami punya laboratorium alam, yang lokasinya dari pintu masuk sekolah sampai ujung sekolah bisa menjadi pembelajaran bagi siswa SD sampai SMA," ujarnya.
Namun, perlu diketahui bagi sekolah yang ingin mendapatkan predikat adiwiyata mandiri wajib ada inovasi.
"Kami ada dua inovasi, pertama pemurnian air dan program pembuatan paving blok dari campuran plastik," tegasnya.
Semua inovasi itu diterapkan dengan komitmen nol sampah. "Bukan berarti kami melarang membuang sampah, tapi kami berkomitmen seminimal mungkin sekolah tidak menghasilkan sampah," jelasnya.
Kepala DLH Kabupaten Balangan, Tamrin yang hadir memimpin rombongan mengagumi semua program adiwiyata di SMAN 1 Tanta. Pasalnya, semua siswa turut dilibatkan dalam semua kelompok kerja (Pokja) adiwiyata.
"Bahkan mereka bisa menjelaskan program kerja pokjanya, berarti ini membuktikan mereka sudah turut serta berperilaku peduli lingkungan," ujarnya.
Ia berterus terang, sebagian besar yang dipelajari di SMAN 1 Tanta akan diterapkan di sekolah-sekolah di Balangan, agar mereka mendapatkan predikat sekolah adiwiyata nasional dan mandiri. "Kami mohon izin mengadopsinya," ujarnya.
Tamrin juga bertekad akan berkunjung kembali ke SMAN 1 Tanta, namun tidak untuk belajar. Melainkan akan memperlihatkan sertifikat keberhasilan meraih predikat adiwiyata nasional dan mandiri sebagai bukti hasil studi tiru yang dilaksanakan hari itu. "Ini sebagai wujud terima kasih kami," ujarnya.
Editor : Fauzan Ridhani