Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lestarikan Kesenian Tradisional Banua ! Pelajar HSS Belajar Seni Bamanda

M Padil Ihsan • Senin, 18 Mei 2026 | 13:16 WIB
BAMANDA: Para siswa menerima materi tentang kesenian Teater Bamanda.
BAMANDA: Para siswa menerima materi tentang kesenian Teater Bamanda.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Banua. Salah satu kesenian tradisional yang terus dilestarikan adalah Teater Bamanda atau Mamanda, seni pertunjukan khas Kalimantan Selatan yang sarat nilai budaya dan sejarah.

Sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kesenian tersebut kepada generasi muda, Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah menggelar Workshop Bamanda Hulu Sungai bertema “Melestarikan Budaya untuk Generasi Muda”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18 hingga 19 Mei 2026 itu, diikuti 30 pelajar tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Penanggung jawab kegiatan, Mahbob Fran Akbar, mengatakan workshop tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga eksistensi seni Bamanda di tengah derasnya arus modernisasi.

“Di tengah arus modernisasi yang begitu deras, budaya lokal harus tetap memiliki tempat di hati anak muda. Melalui workshop ini, kita ingin membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar seni Bamanda,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang sejarah dan perkembangan Teater Bamanda, tetapi juga belajar langsung berbagai unsur pertunjukan.

Mulai dari pengenalan tokoh, dialog, ekspresi panggung, hingga lagu-lagu khas dalam pertunjukan Mamanda dipelajari secara praktik oleh para peserta.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS, Ronaldy Prana Putra, mengapresiasi pelaksanaan workshop yang melibatkan pelajar sebagai generasi penerus budaya daerah.

“Mudahan ini menjadi semangat untuk para pemuda, dan bisa menjadi pelestari serta pegiat kesenian Bamanda,” katanya.

Ronaldy berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kesenian Bamanda semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Selama workshop berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka mempelajari materi seni Mamanda, menyanyikan lagu-lagu pertunjukan, hingga mempraktikkan langsung peran tokoh dalam teater tradisional tersebut.

Peserta juga dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melatih kekompakan, kerja sama, dan rasa percaya diri saat tampil di depan umum.

Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan, Gresia Desi Andini, menilai workshop berjalan baik karena mampu melibatkan kalangan pelajar secara aktif dalam pelestarian budaya daerah.

“Kegiatan ini sudah cukup bagus karena melibatkan para siswa sekolah. Semoga dengan dikenalkan kesenian Mamanda ini, mereka juga bisa mewariskan kesenian ini,” ujarnya.

Melalui workshop tersebut, seni Teater Bamanda diharapkan tidak hanya bertahan di tengah perkembangan zaman, tetapi juga semakin diminati generasi muda agar warisan budaya Banua tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Pelajar HSS #Bamanda #Banua #kesenian tradisional