Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ULM Berdampak di Negeri Jiran: Kolaborasi ICBL untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Pendidikan

admin • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:03 WIB
MISI PEMBELAJARAN: Para dosen ULM berfoto bersama tim UTM Malaysia dan para warga lokal FELDA Gugusan Adela, Kota Tinggi, Malaysia.(Foto: ULM)
MISI PEMBELAJARAN: Para dosen ULM berfoto bersama tim UTM Malaysia dan para warga lokal FELDA Gugusan Adela, Kota Tinggi, Malaysia.(Foto: ULM)

KOTA TINGGI - Angin pagi menyambut rombongan dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saat tiba di Federal Land Development Authority (FELDA) Gugusan Adela, Kota Tinggi, Malaysia. Bukan sekadar kunjungan akademis, perjalanan ini membawa misi pembelajaran yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat: memperkuat kolaborasi lintas negara melalui program International Community‑Based Learning (ICBL) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan komunitas FELDA.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 April-9 Mei 2026 ini dipimpin oleh Dr Indira Fitrialini SPi MSi dengan Ners Imran Pashar SKep MKep sebagai koordinator dan pengawas lapangan. Tim ULM bergabung dengan tim multidisipliner UTM dan perwakilan Fakultas Built Environment and Surveying merancang rangkaian kegiatan yang menyentuh aspek budaya, lingkungan, pendidikan, kewirausahaan, dan kesehatan masyarakat.

Salah satu momen hangat terjadi di dapur komunitas, ketika warga FELDA Adela memperkenalkan telur pindang, hidangan tradisional Johor yang dimasak perlahan dengan rempah dan daun pilihan. Dipandu oleh H Ismail, salah satu pemukim generasi awal. Sesi itu lebih dari demonstrasi memasak: ia menjadi ruang berbagi cerita, tradisi, dan makna sosial di balik hidangan yang biasa hadir pada pernikahan dan acara komunitas. “Melihat proses pembuatan telur pindang langsung dari warga memberi kami perspektif baru tentang bagaimana kuliner menjadi pengikat sosial,” ujar salah satu dosen ULM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tim ULM bersama warga mengadakan lokakarya pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga menggunakan larutan Effective Microorganisms (EM) dan fermentasi molase. Peserta belajar mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk yang berguna untuk kebun dan pertanian kecil, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Kegiatan penanaman pohon dan program ziarah kasih ke rumah-rumah warga yang mengalami penyakit kronis menegaskan pendekatan holistik program: menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Di Sekolah Kebangsaan FELDA, Adela, tim ULM memperkenalkan batik Sasirangan dari Kalsel kepada 21 siswa melalui praktik mengikat dan mewarnai kain. Aktivitas ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya tradisional Kalsel kepada generasi muda.

Di sekolah lain, rangkaian edukasi kesehatan dan literasi mulai dari praktik cuci tangan untuk anak usia dini hingga pengenalan peta dan seminar literasi untuk siswa tingkat atas dirancang mendukung perkembangan holistik peserta didik. Selain itu, juga dilaksanakan kegiatan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Wisma FELDA Tunggal diikuti hampir 100 warga. Pemeriksaan dasar, konseling kesehatan, dan edukasi pencegahan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan primer di komunitas.

SOLID: Tim Dosen ULM saling bertukar cenderamata dengan tim Dosen UTM Malaysia.
SOLID: Tim Dosen ULM saling bertukar cenderamata dengan tim Dosen UTM Malaysia.

 

Pada 7 Mei, kegiatan pemberdayaan masyarakat berlanjut melalui seminar Smart Branding for Smart Businesses yang diikuti sekitar 10 peserta dari pelaku usaha kecil dan UMKM di Desa FELDA Adela. Seminar ini menekankan strategi penguatan merek, identitas produk, desain kemasan, serta pemanfaatan promosi digital untuk meningkatkan daya saing dan nilai pasar produk lokal. Para peserta memperoleh wawasan praktis tentang komunikasi pemasaran dan strategi pengembangan bisnis yang relevan dengan ekonomi digital saat ini.

Program ditutup pada 8 Mei dengan kegiatan daur ulang kreatif bersama sekitar 50 siswa SK LKTP Kledang. Menggunakan botol plastik bekas, siswa membuat aksesori gelang sambil belajar konsep daur ulang dan tanggung jawab lingkungan. Aktivitas ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Secara keseluruhan, program International Community‑Based Learning mencerminkan komitmen kuat ULM, UTM, dan komunitas FELDA dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, budaya, lingkungan, kewirausahaan, dan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi wadah pembelajaran lintas budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam kesempatan ini, Dr Indira Fitrialini menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan universitas “Terima kasih Prof Rektor dan semua pimpinan untuk kegiatan ini. Kita berdiri terhormat bersama universitas ternama di Malaysia,” ujarnya.

Dr Indira menegaskan kehadiran ULM di FELDA Gugusan Adela bukan hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat posisi universitas sebagai mitra regional yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Program ICBL menjadi bukti nyata komitmen ULM sebagai kampus berdampak yang hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dengan UTM dan komunitas FELDA, ULM berharap kegiatan ini dapat diperluas dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya terasa jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring akademik regional. Di FELDA Gugusan Adela, semangat kebersamaan lintas negara telah menumbuhkan harapan baru: pendidikan yang inklusif, budaya yang terjaga, lingkungan yang lestari, dan masyarakat yang lebih sehat serta berdaya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Kota Tinggi #Universiti Teknologi Malaysia #UTM #Universitas Lambung Mangkurat (ULM) #malaysia