RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Upaya mendeteksi dini pelajar perokok mulai dilakukan di Kabupaten Banjar. Baru-baru ini, sebanyak 200 siswa SMP Negeri 2 Martapura Barat menjalani screening perokok
Pemeriksaan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, itu tidak hanya berupa cek kesehatan umum.
Para siswa juga menjalani tes kadar asap paru menggunakan alat deteksi khusus untuk mengidentifikasi paparan asap rokok hingga dugaan perokok aktif di kalangan pelajar.
Kegiatan diawali dengan pengisian survei mengenai kebiasaan dan pola hidup siswa.
Setelah itu, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, hingga tes ketajaman penglihatan.
Namun, pemeriksaan kadar asap paru menjadi bagian yang paling mendapat perhatian.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr Diauddin mengatakan, Tes tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi perilaku merokok pada usia sekolah.
“Ini bagian dari promotif dan preventif, melindungi generasi muda dari kemungkinan terkena penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).
Hasil screening nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pendampingan terhadap siswa yang terindikasi merokok.
“Screening ini akan bertahap di seluruh sekolah di kabupaten/kota. Pelaksanaanya tergantung kesiapan dan koordinasi dengan sekolah,” ujarnya
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Martapura Barat, Neneng Putri Sari Ramadhan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan peserta didik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap perilaku merokok di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan screening perokok ini karena menjadi langkah nyata dalam menjaga kesehatan generasi muda,” ujarnya.
Menurut Neneng, lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman dan sehat bagi siswa agar proses belajar tidak terganggu oleh perilaku yang berdampak buruk terhadap kesehatan.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya rokok serta menekan munculnya perokok usia dini di lingkungan pendidikan.
“Harapannya tercipta lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, lanjut Neneng, screening itu juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Ia menilai, kolaborasi sekolah dengan instansi kesehatan seperti ini, sangat penting untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah kebiasaan merokok berkembang di kalangan remaja.
“Pembinaan sejak usia sekolah menjadi langkah penting agar generasi muda tidak terjebak kebiasaan merokok yang bisa merusak kesehatan dan masa depan mereka,” tutup Neneng.
Editor : Arif Subekti