RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Murjani, Senin (4/5), Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menegaskan komitmen daerah mendukung kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Lisa Halaby yang bertindak sebagai pembina upacara, menyoroti penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai prioritas utama.
Menurutnya, fokus pendidikan kini bergeser dari sekadar penyelesaian kurikulum menuju penguasaan materi yang substansial. "Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," ujar Lisa mengutip pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti.
Ada tiga poin krusial yang digarisbawahi dalam peringatan tahun ini. Pertama, sebanyak 150.000 guru di seluruh Indonesia yang belum menyandang gelar S1/D4 akan disasar melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). "Mereka bakal menerima beasiswa Rp3 juta per semester pada tahun 2026," sebut Lisa.
Pemerintah pusat, sebut Lisa juga menargetkan distribusi papan interaktif digital di lebih dari 282.000 sekolah guna menunjang metode deep learning. Terakhir, sekolah diinstruksikan memperketat budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah untuk mengeliminasi praktik perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Di level lokal, Lisa Halaby memastikan Pemko Banjarbaru akan mengawal program revitalisasi satuan pendidikan agar selaras dengan target nasional yang mencapai 16.167 sekolah.
Upacara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan ratusan siswa ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi bagi tenaga pendidik di Kota Idaman.
Lisa menekankan bahwa dedikasi guru adalah kunci utama menuju generasi yang cerdas dan bermartabat. "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan tenaga kependidikan di Banjarbaru. Mereka adalah garda terdepan dalam mencetak generasi emas," tandasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief