RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Riuh suara pelajar memecah suasana saat Festival Literasi tingkat SD/MI dan SMP/MTs resmi dibuka, Selasa (28/4/2026). Bukan sekadar seremoni tahunan, ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk unjuk kemampuan dari membaca, menulis, hingga berpikir kritis.
Bupati HSU, H Sahrujani membuka langsung kegiatan tersebut di tengah ratusan pelajar dan tenaga pendidik. Hadir pula Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Sekda HSU H Adi Lesmana, unsur Forkopimda, serta jajaran Kepala SKPD.
Namun, pesan yang dibawa tak berhenti di panggung. Bupati menekankan bahwa literasi hari ini tak lagi dimaknai sempit sebagai membaca dan menulis semata.
“Literasi adalah kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, hingga menciptakan inovasi,” ujarnya.
Di usia ke-74, HSU disebutnya berada di titik penting, antara menengok perjalanan panjang sekaligus menyiapkan lompatan ke depan. Dalam konteks itu, literasi menjadi fondasi yang tak bisa ditawar.
Mengusung tema “Festival Literasi Bangkit Bersama Berkarya untuk Banua”, kegiatan ini membawa pesan kuat: kebangkitan daerah bertumpu pada generasi muda yang cerdas dan kreatif.
Di hadapan para pelajar, Bupati Sahrujani menyelipkan pesan sederhana namun relevan di era digital. Ia mengingatkan agar teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan.
“Jadikan buku sebagai sahabat, dan teknologi sebagai alat untuk menambah ilmu,” pesannya.
Festival ini bukan sekadar panggung lomba. Lebih dari itu, ia menjadi wadah untuk menumbuhkan keberanian berkarya dan rasa percaya diri pelajar. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya memperkuat budaya literasi, meski diakui hal itu tidak bisa berjalan sendiri.
Peran guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar dinilai krusial dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
Di akhir acara, Bupati secara resmi membuka festival dengan ucapan basmalah. Tepuk tangan pun pecah, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar.
Menambahkan, Kepala Dispersip kabupaten HSU, H Karyanadi menyampaikan di tengah derasnya arus informasi, Festival Literasi ini seperti pengingat bahwa masa depan daerah tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan pikiran yang terasah.
“Bapak bupati menekankan bahwa literasi bukan sekadar membaca dan mengajak pelajar untuk berfikir lebih kritis,” tambahnya.
Editor : Fauzan Ridhani