Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lolos Hibah Tesis UGM 2026, ASN Tapin Angkat Isu Ketahanan Pangan Desa

Rasidi Fadli • Jumat, 24 April 2026 | 14:08 WIB
KETAHANAN PANGAN: Ramadhani akan mengangkat isu ketahanan pangan di Kabupaten Tapin pada tesisnya.
Foto Rasidi Fadli 
KETAHANAN PANGAN: Ramadhani akan mengangkat isu ketahanan pangan di Kabupaten Tapin pada tesisnya. Foto Rasidi Fadli 
 
 
https://radarbanjarmasin.jawapos.com,RANTAU – Prestasi membanggakan datang dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tapin. Ramadhani, seorang ASN yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tapin, berhasil lolos sebagai penerima pendanaan hibah penelitian tesis S2 dari UP3M FISIPOL UGM Tahun 2026.
 
Keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi lahirnya gagasan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa di Tapin.
 
Ramadhani mengungkapkan, lolosnya dirinya dalam program hibah tersebut merupakan kehormatan sekaligus peluang besar untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah.
 
“Ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi bentuk pengakuan akademik bahwa isu ketahanan pangan, khususnya dengan pendekatan polycentric governance di Kabupaten Tapin, memang krusial untuk diteliti,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
 
Ia berharap, hasil penelitiannya tidak berhenti sebagai syarat kelulusan magister semata, tetapi mampu melahirkan policy paper yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung dalam tata kelola ketahanan pangan, baik di Tapin maupun Kalimantan Selatan secara umum.
 
Menurutnya, ketahanan pangan di Kabupaten Tapin memiliki urgensi tinggi. Hal ini tidak lepas dari kondisi mayoritas desa yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.
 
“Ketika ada gangguan dalam produksi atau distribusi, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Persoalannya kini bukan lagi sekadar produksi, tapi sudah bergeser ke tata kelola,” jelasnya.
 
Ia menyoroti berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, distribusi yang belum efisien, hingga pengelolaan sumber daya air yang belum optimal.
 
Ketertarikan Ramadhani terhadap isu ini juga tidak lepas dari pengalamannya sebagai Analis Pengembangan Ekonomi Pedesaan di DPMD Tapin sejak 2022. Dalam perannya, ia banyak terlibat dalam pembinaan BUMDes, pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG), hingga fasilitasi kawasan pedesaan.
 
Dari pengalaman tersebut, ia melihat adanya kesenjangan antara desain program dengan realitas di lapangan.
 
“BUMDes bidang pangan sebenarnya punya potensi besar, tapi masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi dalam sistem yang kuat,” ungkapnya.
 
Ia menilai, pendekatan pembangunan yang masih dominan top-down menjadi salah satu akar persoalan. Kebijakan sering kali tidak sepenuhnya selaras dengan kebutuhan riil masyarakat desa.
 
Melalui penelitian ini, Ramadhani ingin menawarkan pendekatan polycentric governance, yakni tata kelola yang melibatkan banyak pusat pengambilan keputusan yang saling terhubung dan kolaboratif.
 
Kabupaten Tapin dipilih sebagai lokasi penelitian karena dinilai memiliki potensi besar sekaligus tantangan nyata. Seluruh desa di Tapin telah menjalankan program ketahanan pangan melalui BUMDes, didukung komitmen anggaran serta ketersediaan data yang relatif terbuka.
 
“Tapin ini menarik, karena di satu sisi kuat di sektor pertanian, tapi juga menghadapi tekanan alih fungsi lahan dan persoalan distribusi pangan,” katanya.
 
Ke depan, ia berharap hasil penelitiannya mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah, khususnya DPMD, dalam merumuskan kebijakan yang lebih terarah dan terintegrasi.
 
“Hasil penelitian ini diharapkan bisa langsung diimplementasikan, mulai dari penyempurnaan regulasi, panduan teknis, hingga desain pendampingan desa. Jadi tidak hanya jadi dokumen akademik, tapi benar-benar menjadi referensi kerja,” tegasnya.
Editor : Arif Subekti
#asn #Hibah #Tapin #ugm #Rantau