Jamaluddin Radar Banjarmasin• Selasa, 21 April 2026 | 12:53 WIB
PENDIDIKAN:Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab HST, H Ainur Rafiq yang mewakili Bupati HST, Samsul Rizal dalam acara Leading with Trust, Teaching with Impact, Selasa (21/4/2026).
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) resmi memulai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pelatihan bertajuk Leading with Trust, Teaching with Impact, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dibuka di Pendopo Bupati HST ini menjadi bagian dari program Whole System Transformation yang dilaksanakan secara bertahap pada 20-25 April 2026 di Aula Hotel Darul Istiqamah Barabai.
Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Pimpinan Daerah, diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab HST, H Ainur Rafiq yang mewakili Bupati HST, Samsul Rizal. Wakil Ketua DPRD HST, Tajudin dan Ketua Komisi I DPRD HST, Yazid Fahmi AS, serta berbagai organisasi pendidikan seperti Dewan Pendidikan, PGRI, PWI, HIMPAUDI, hingga MGMP, MKKS, dan KKG.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Salihin dalam laporannya menyampaikan pelatihan ini dilatarbelakangi kebutuhan perubahan paradigma pendidikan yang kini menuntut kepemimpinan kuat dan pembelajaran berpusat pada murid.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kepemimpinan berbasis kepercayaan, meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran aktif, menyusun strategi berdampak, hingga menghasilkan School Impact Action Plan yang siap diterapkan,” jelasnya.
Pelatihan ini menghadirkan praktisi pendidikan nasional, Kandidat Dr. Rian Octa Pratama, yang juga menjabat sebagai Chief Technology Officer di Lentera Reformasi Edukasi.
Secara teknis, pelatihan dibagi dalam dua sesi. Dua hari pertama difokuskan pada penguatan kepemimpinan bagi 94 peserta yang terdiri dari pengawas, penilik, dan kepala sekolah. Sementara empat hari berikutnya diikuti 456 guru SMP yang dibagi dalam beberapa angkatan melalui MGMP.
Sambutan Bupati HST yang dibacakan Asisten I, Ainur Rafiq menegaskan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan.
“Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen agar tercipta sinergi antara kepemimpinan dan praktik mengajar yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Rian Octa Pratama mengajak seluruh peserta untuk berani mengevaluasi efektivitas program pendidikan yang selama ini dijalankan.
“Ukuran keberhasilan kita ada pada yang terjadi di murid. Banyak sekolah punya banyak program, tapi apakah benar berdampak?” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi tenaga pendidik, termasuk risiko kelelahan yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Menurutnya, kepala sekolah dan pengawas harus berperan sebagai pemimpin yang melayani, bukan sekadar pengawas administratif.
Rian menekankan keberhasilan tidak lahir dari kepentingan pribadi, melainkan dari dedikasi melayani dan membangun kepercayaan.
“Saya tidak mau menambah beban. Justru kita pangkas yang tidak penting. Cukup satu program unggulan yang fokus, itu bisa mengubah nasib sekolah,” jelasnya.
Di akhir sesi, ia menantang peserta untuk menciptakan satu perubahan nyata di kelas dalam waktu tiga bulan ke depan sebagai bukti implementasi pelatihan.
Pemerintah Kabupaten HST berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal lahirnya praktik pendidikan yang lebih efektif, manajemen sekolah yang solid, serta pembelajaran bermakna.
Dengan demikian, diharapkan dapat terwujud generasi Hulu Sungai Tengah yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.