Sebanyak 5 Sekolah Direhab, 2 Diantaranya akan Digabung
Endang Syarifuddin• Selasa, 21 April 2026 | 09:22 WIB
Tahun ini, ada lima sekolah yang akan direhab dan dua di antaranya akan digabung dalam program grouping. SDN Pengambangan 8, 9 dan 10.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
https://radarbanjarmasin.jawapos.com, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mulai menata ulang kondisi sekolah. Sebanyak lima sekolah diprogramkan untuk direhabilitasi, dua di antaranya akan digabung dalam skema grouping atau digabung pada tahun ini.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekaligus menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
“Perbaikan ini sekaligus digabung sekolah. Jadi tiga sekolah diperbaiki total, sedangkan dua lainnya dijadikan satu lembaga,” ujarnya usai memantau hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA), Selasa (21/4/2026).
Tahap awal, penggabungan akan dilakukan di kawasan Pengambangan. SDN Pengambangan 8 direncanakan digabung dengan SDN Pengambangan 9 dan SDN Pengambangan 10. Selain itu, SDN Teluk Dalam 9 dan SDN Teluk Dalam 10 juga masuk dalam rencana serupa, seiring perbaikan total salah satu bangunannya.
Ryan menjelaskan, kebijakan penggabungan tidak diambil secara tiba-tiba. Pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang menjadi target, termasuk mempertimbangkan aspek teknis seperti distribusi guru dan penyesuaian data di sistem pendidikan nasional.
“Secara normatif, setelah proses perbaikan selesai baru kita tetapkan melalui SK. Karena ini berkaitan dengan penataan guru dan Dapodik,” jelasnya.
Menurutnya, program penggabungan akan terus berlanjut secara bertahap. Sasaran utamanya adalah sekolah dengan jumlah siswa minim, kondisi bangunan yang kurang representatif, hingga sekolah yang berdiri di atas lahan non-aset milik pemko.
“Sambil menunggu sekolah lain yang akan kita gabungkan,” tambahnya.
Selain fokus pada rehabilitasi total dan penggabungan sekolah, Disdik juga tetap memperhatikan perbaikan skala kecil. Salah satunya di SDN Sungai Lulut 4, yang akses jalannya berupa titian dinilai perlu segera diperbaiki demi keselamatan siswa.
Tak hanya itu, pembangunan ruang kelas baru juga menjadi perhatian. Seperti di SDN Pemurus Baru 2, yang saat ini membutuhkan tambahan ruang untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah.
“Hal-hal ini juga jadi perhatian kami,” pungkas Ryan