Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mulai Lapuk dan Rusak, Bangunan Tua SDN Keraton 3 Ancam Keselamatan Siswa

M Fadlan Zakiri • Minggu, 12 April 2026 | 16:09 WIB
RUSAK - Plafon ruang kelas SDN Keraton 3 Martapura tampak rusak dan ditambal seadanya. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
RUSAK - Plafon ruang kelas SDN Keraton 3 Martapura tampak rusak dan ditambal seadanya. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

WWW.RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Kondisi bangunan SDN Keraton 3 di Komplek Batuah, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar kian memprihatinkan.

Di balik tampilan luar yang masih terlihat rapi, kerusakan serius justru terjadi di bagian dalam bangunan. 

Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik yang beraktivitas setiap hari.

Sejumlah dinding ruang kelas tampak mengalami retak. Sementara itu, bagian plafon terlihat rusak dan hanya diperbaiki dengan metode tambal sulam. 

Beberapa bagian bahkan terlihat mulai rapuh akibat usia bangunan yang sudah tua.

Kepala SDN Keraton 3, Asiah mengungkapkan bangunan sekolah tersebut merupakan peninggalan era Presiden Soeharto. 

Seiring berjalannya waktu, terutama pada bagian struktur atas, material bangunan mulai mengalami pelapukan.

“Kayu-kayunya sudah ada yang jatuh, meskipun di luar bangunan. Tapi tetap saja itu berbahaya,” ujarnya.

Kekhawatiran terhadap potensi risiko keselamatan membuat pihak sekolah terpaksa melakukan perbaikan seadanya. 

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk menutup bagian plafon yang rusak agar tidak semakin parah.

Namun demikian, langkah tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum menyentuh akar permasalahan. 

Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

“Sudah pernah diajukan, bahkan dari pihak kelurahan juga ikut membuat proposal. Tapi sampai sekarang belum ada respons,” ungkap Asiah.

Tak hanya persoalan bangunan, sekolah ini juga menghadapi kendala pada sistem drainase. 

Minimnya saluran pembuangan air menyebabkan halaman sekolah kerap tergenang saat hujan turun. Padahal, SDN Keraton 3 saat ini menampung sebanyak 131 siswa. 

Selain digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sekolah ini juga difungsikan sebagai tempat menginap jemaah saat pelaksanaan haul Abah Guru Sekumpul setiap tahunnya.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Asiah berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah, agar perbaikan segera dilakukan

“Tentuhya kami tidak ingin kerusakan ini semakin parah dan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi siswa kami,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#Presiden Soeharto #Bantuan Operasional Sekolah (BOS) #Dinas Pendidikan #martapura #kabupaten banjar