PARINGIN - Ancaman sengatan listrik saat banjir menginspirasi siswa SMKN 1 Paringin menciptakan inovasi penyelamat. Melalui alat bernama AMANK AIR 5.1, tim Electriciteam berhasil meraih Juara 1 dalam ajang LKTIN Teknik Industri On The Spot (TIOS) yang digelar Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Alat ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat sensor mendeteksi genangan air masuk ke dalam rumah. Inovasi tersebut dinilai sangat relevan bagi wilayah rawan banjir, khususnya di Kalimantan Selatan, guna mencegah risiko korsleting yang berpotensi memakan korban jiwa.
Di balik prestasi tersebut, perjuangan tim tidaklah mudah. Terlebih bagi anggota yang masih duduk di kelas 10 dan baru pertama kali mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Guru pembimbing Electriciteam, Suhada, mengungkapkan timnya sempat menghadapi kendala non-teknis, seperti rasa gugup saat presentasi.
“Beberapa siswa masih baru, jadi sempat gugup dan kesulitan saat sesi tanya jawab. Tapi itu bagian dari proses belajar mereka,” ujarnya.
Tim yang beranggotakan Novi Norsfa, Rezha Maulidy Saputra, dan M. Reigi Alfarizi ini berhasil menyisihkan 30 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Meski presentasi dilakukan secara daring, penguasaan materi mereka dinilai kuat oleh dewan juri.
Dukungan terhadap inovasi ini juga datang dari pihak eksternal, termasuk donatur Komite LC21 dan Sintelnas97. Perwakilan donatur, M Akmal, menegaskan bahwa dukungan diberikan agar karya siswa bisa berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMKN 1 Paringin, Dasprianti, mengapresiasi semangat dan kolaborasi lintas kelas yang ditunjukkan para siswa, bahkan di tengah suasana Ramadan.
Ke depan, inovasi AMANK AIR 5.1 diharapkan tidak berhenti sebagai karya lomba semata. Tim berencana mengembangkan desain agar lebih praktis dan bisa digunakan secara luas, terutama sebagai solusi keamanan listrik di wilayah rawan bencana.
Editor : Eddy Hardiyanto