Disdikbud Gandeng Telkom Amankan SPMB 2026 Kalsel

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 16:39 WIB
SELESAIKAN TUGAS: Siswi SMAN Banua menyelesaikan tugas mandiri yang diberikan gurunya. (Foto: sma garuda kalsel untuk radar banjarmasin)
SELESAIKAN TUGAS: Siswi SMAN Banua menyelesaikan tugas mandiri yang diberikan gurunya. (Foto: sma garuda kalsel untuk radar banjarmasin)

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan memperkuat sistem dan pengawasan menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Langkah ini dilakukan dengan menggandeng PT Telkom untuk memastikan kesiapan server dan jaringan selama proses pendaftaran, terutama di wilayah dengan akses internet terbatas.

Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kabid Pembinaan SMA Dedi Hidayat menyebut, Telkom telah menyatakan kesiapan penuh mendukung pelaksanaan SPMB tahun ini.

“Beberapa perbaikan akan dilakukan agar sistem lebih stabil, khususnya untuk daerah yang akses jaringannya terbatas,” ujarnya.

Selain penguatan sistem, Disdikbud juga menyiapkan tim pengawasan guna mengantisipasi kendala di lapangan, termasuk kemungkinan adanya nilai yang sama antar peserta.

“Jika ada nilai yang sama dan masih dalam kuota, itu tidak menjadi persoalan,” jelas Dedi.

Juknis Rampung, Segera Disosialisasikan

Di sisi regulasi, petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026 telah rampung disusun dan segera disosialisasikan kepada masyarakat.

Penyusunan juknis tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mewajibkan dokumen ditandatangani gubernur.

Secara umum, skema SPMB 2026 tidak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Komposisi penilaian tetap menggabungkan nilai rapor sebesar 70 persen dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMP sebesar 30 persen.

Kuota Jalur Penerimaan Tetap

Kuota penerimaan siswa baru terdiri dari beberapa jalur.

Jalur domisili sebesar 35 persen, jalur prestasi sekitar 30 persen yang terbagi masing-masing 15 persen untuk akademik dan non-akademik, jalur afirmasi 30 persen, serta jalur mutasi sebesar 5 persen.

Disdikbud juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk pemetaan lulusan SMP.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan sekolah swasta, SMK, dan pondok pesantren agar seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

Sinkronisasi juga dilakukan bersama Kementerian Agama, khususnya terkait jadwal penerimaan di pondok pesantren.

Siapkan Helpdesk dan Jadwal

Sebagai bentuk pelayanan, Disdikbud menyiapkan helpdesk, hotline, serta operator di tingkat sekolah dan dinas.

Informasi tersebut akan diumumkan melalui media sosial resmi.

Adapun jadwal pelaksanaan SPMB 2026 dimulai pada 22–24 Juni untuk pendaftaran, dilanjutkan rapat koordinasi pada 25 Juni, dan pengumuman hasil seleksi pada 29 Juni 2026.

“Dengan penguatan sistem dan pengawasan ini, kami berharap pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan memberikan layanan yang adil bagi seluruh masyarakat,” pungkas Dedi. (*) 

 

Editor : M. Ramli Arisno
SPMB 2026 Kalsel Disdikbud Kalimantan Selatan jadwal SPMB 2026