Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Begini Nasib Mahasiswa Asal Banjar di Tengah Situasi Timur Tengah yang Tak Menentu

M Fadlan Zakiri • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:27 WIB

Ilustrasi Mahasiswa asal Kabupaten Banjar di Timur Tengah
Ilustrasi Mahasiswa asal Kabupaten Banjar di Timur Tengah

MARTAPURA – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan terhadap mahasiswa asal Banjar yang sedang menempuh pendidikan di wilayah tersebut.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani, mengatakan saat ini terdapat puluhan mahasiswa asal Banjar yang belajar di Timur Tengah, baik melalui program beasiswa pemerintah daerah maupun secara mandiri.

Menurutnya, setidaknya terdapat sekitar 49 mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Banjar sejak 2023 yang kini menempuh pendidikan di sejumlah negara di kawasan tersebut. “Jumlahnya sekitar 49 orang yang mendapat beasiswa sejak 2023. Mereka tersebar di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar, dan sebagian di Yaman,” ujarnya.

Selain mahasiswa penerima beasiswa daerah, Sarwani menyebut masih ada sejumlah pelajar asal Banjar lainnya yang menempuh pendidikan secara mandiri di negara-negara Timur Tengah. Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membentuk tim terpadu yang menjadi satu pintu komunikasi untuk memantau perkembangan dan kondisi para mahasiswa tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pemerintah daerah dapat memperoleh informasi secara cepat terkait situasi para pelajar Banjar di luar negeri, terutama jika kondisi keamanan di kawasan tersebut berubah sewaktu-waktu. “Perlu ada tim terpadu yang menjadi satu pintu komunikasi untuk memantau perkembangan anak didik kita di sana,” cetusnya.

Dari informasi yang diterima pihaknya, hingga saat ini kondisi para mahasiswa asal Banjar di Timur Tengah masih dalam keadaan aman. “Alhamdulillah dari informasi yang kami terima, mereka dalam keadaan baik-baik saja. Namun situasi di kawasan itu memang sedang tidak menentu,” katanya.

Ia juga menilai pemerintah daerah perlu menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di negara tempat para mahasiswa tersebut belajar, seperti di Mesir maupun Yaman.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat yang berdampak pada keselamatan para mahasiswa. “Minimal kita terus memantau melalui kedutaan besar yang ada di sana,” ujarnya.

Sarwani menegaskan para mahasiswa tersebut merupakan aset daerah yang diharapkan kelak dapat kembali dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Banjar. “Apa pun mereka adalah harapan besar daerah. Setelah lulus nanti mereka diharapkan bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Banjar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, panasnya situasi di kawasan Timur Tengah sendiri terjadi menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sebelumnya juga menyatakan terus memantau kondisi warga negara Indonesia di kawasan tersebut, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.

Kemlu menyampaikan bahwa komunikasi dengan WNI, termasuk mahasiswa Indonesia di sejumlah negara Timur Tengah, terus dilakukan untuk memastikan kondisi mereka tetap aman di tengah eskalasi konflik.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau seluruh WNI di kawasan tersebut agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan dari otoritas setempat. WNI juga diminta untuk terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara tempat mereka berada.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#kalimantan selatan #Mahasiswa Kalsel #kabupaten banjar #konflik timur tengah