Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Diduga Terdampak Banjir, Lantai SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin Melengkung

Zulvan Rahmatan • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:01 WIB

MELINGKAR: Sejumlah kursi meja siswa SDN Sungai Lulut 3 dibuat melingkar karena lantai kelas melengkung.
MELINGKAR: Sejumlah kursi meja siswa SDN Sungai Lulut 3 dibuat melingkar karena lantai kelas melengkung.

BANJARMASIN – Lantai kelas V dan VI di SDN Sungai Lulut 3, Jalan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur, masih tampak melengkung. Kondisi ini diduga kuat akibat banjir yang berulang kali merendam area sekolah.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lengkungan lantai nyaris tak terlihat secara kasat mata. Namun, lengkungan terasa jelas saat diinjak. Seorang guru mengungkapkan, setelah banjir Januari lalu, air sempat menggenang di bagian tengah lantai, menandakan titik cekungan berada di pusat ruangan.

Kepala Sekolah, Huda Ahmadi mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun. Selama itu pula, siswa terpaksa duduk membentuk lingkaran mengikuti kontur lantai untuk menghindari bagian tengah yang dianggap rawan. Jumlah siswa di kelas tersebut juga dibatasi. Langkah ini diambil demi meminimalkan risiko kecelakaan.

Meski kondisinya tidak ideal, ruang kelas tetap digunakan. Opsi pengosongan atau pergantian kelas dinilai belum memungkinkan. “Sudah banyak opsi yang kami tempuh, termasuk gantian kelas. Namun masih belum mudah,” ungkap Huda, Rabu (25/2).

Terkait perbaikan, ia mengaku belum mendapat kepastian. Informasi soal renovasi juga belum ditanyakan kembali karena padatnya aktivitas pascabanjir.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin merencanakan pembenahan terhadap 32 sekolah. Program tersebut tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan renovasi menyeluruh dalam satu kawasan sekolah. Dari jumlah itu, lima sekolah diprioritaskan untuk rehabilitasi total. Sasaran utama adalah bangunan lama era 1970-an dan peninggalan program SD Inpres.

Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama mengaku perlu mengecek ulang apakah SDN Sungai Lulut 3 masuk dalam daftar tersebut. “Besok ya. Nanti dicek kembali dari 32 itu ada atau tidak. Saat meninjau kemarin, masih banjir. Jadi tidak kelihatan kondisi lantainya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jika belum masuk program, maka perlu perencanaan dan observasi lanjutan untuk menentukan penanganan, khususnya pada lantai kelas yang melengkung.

Sementara untuk persoalan banjir, Disdik akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin guna menekan potensi genangan di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah berharap penanganan infrastruktur sekolah dapat dilakukan lebih cepat agar kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Sekolah #banjarmasin #Infrastruktur #Pendidikan