Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mulai Simulasikan TKA di Sekolah Negeri, Kesiapan Siswa hingga Infrastruktur Digital Diuji

Arif Subekti • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:58 WIB

Siswa kelas IX SMPN 5 Martapura mengikuti Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis Computer Based Test (CBT) di laboratorium komputer sekolah, Selasa (24/2/2026). (SMP Negeri 5 Martapura)
Siswa kelas IX SMPN 5 Martapura mengikuti Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis Computer Based Test (CBT) di laboratorium komputer sekolah, Selasa (24/2/2026). (SMP Negeri 5 Martapura)

MARTAPURA - Pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2025/2026 di sejumlah sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Banjar dipastikan berjalan lancar.

Selain melatih kesiapan siswa, simulasi ini juga dimanfaatkan untuk menguji kesiapan teknis dan infrastruktur ujian berbasis digital.

Hal tersebut disampaikan pihak sekolah saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Dijelaskannya nahwa Simulasi TKA diikuti seluruh siswa kelas IX dan dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah dengan sistem Computer Based Test (CBT).

Menurutnya Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi TKA 2026 sekaligus sarana pemetaan kemampuan akademik.

Kepala SMPN 5 Martapura, Yuliani menjelaskan, simulasi tidak hanya berfungsi sebagai uji coba teknis, tetapi juga sebagai bahan evaluasi kesiapan siswa secara menyeluruh.

“Dari simulasi ini kami bisa melihat kesiapan siswa, baik dari sisi penguasaan materi, manajemen waktu, hingga adaptasi terhadap ujian berbasis digital,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, kata Yuliani, siswa mengerjakan soal-soal standar nasional pada bidang literasi atau Bahasa Indonesia.

Pelaksanaan ujian berada di bawah pengawasan dewan guru dan dikoordinasikan oleh panitia TKA sekolah.

Ia mengakui, pada awal sesi sempat terjadi kendala jaringan. Namun permasalahan tersebut dapat segera ditangani oleh tim teknis sekolah sehingga tidak berdampak signifikan terhadap jalannya simulasi.

“Secara umum kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Kendala teknis bisa diatasi dengan cepat,” katanya.

Dari simulasi TKA ini, lanjut Yuliani, pihak sekolah berharap siswa kelas IX semakin siap menghadapi TKA 2026.

“Tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kesiapan mental dan teknis dalam mengikuti ujian berbasis CBT,” ujarnya

Sementara itu, simulasi TKA juga dilaksanakan SMP Negeri 1 Mataraman pada hari yang sama dengan fokus berbeda.

Sekolah tersebut menitikberatkan simulasi pada pengujian kesiapan infrastruktur teknis sebagai sekolah penyelenggara mandiri.

Simulasi yang digelar di laboratorium komputer SMPN 1 Mataraman difokuskan pada uji beban atau stress test server Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) menggunakan data dummy.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas data antara server pusat dan sekolah saat pelaksanaan TKA sesungguhnya.

Kepala SMPN 1 Mataraman, Abdul Basit mengatakan, selain pengujian server, tim IT, proktor, dan teknisi sekolah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap perangkat komputer klien, komputer proktor, serta kestabilan jaringan internet sekolah.

“Total ada 44 siswa kelas IX tetap dilibatkan guna mengenalkan alur penggunaan aplikasi dan format soal TKA,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa simulasi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi sekolah dalam memastikan kesiapan sebagai penyelenggara ujian berbasis digital.

“Kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama. Dengan simulasi ini, kami optimistis pelaksanaan TKA Tahun Ajaran 2025/2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis berarti,” pungkas Basit.

Editor : Arif Subekti
#simulasi #Banjar #smp #tka