Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bukan Sekadar Pakai Gadget, Guru di HST Dituntut Kreatif Kelola Kelas

Jamaludin • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:10 WIB

DILATIH: Ratusan guru di HST dapat pelatihan digitalisasi pembelajaran. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin).
DILATIH: Ratusan guru di HST dapat pelatihan digitalisasi pembelajaran. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin).

BARABAI- Ratusan guru di Hulu Sungai Tengah (HST) dilatih digitalisasi pembelajaran untuk memerkuat kompetensi dalam mengajar.

Mereka dituntut agar siap bertransformasi dalam pembelejaran di kelas. Pelatihan ini digelar mulai Seninn23 sampai Rabu 25 Februari di Aula Dinas Pendidikan HST.

Sekretaris Dinas Pendidikan HST, Salihin mengatakan bimbingan ini diikuti 100 guru dari berbagai jenjang mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA dan Pendidikan kesetaraan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab tantangan era transformasi digital di sektor pendidikan," ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penggunaan gawai atu gedget, tetapi perubahan paradigma dalam mengelola kelas agar lebih interaktif, inklusif, dan efisien. Agar guru mampu beradaptasi dan memanfaatkan platform digital secara optimal.

"Materi disampaikan langsung oleh DR Ridha dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Selatan," sebutnya.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru sesuai karakteristik masing-masing jenjang.

Misalnya guru PAUD, dikenalkan pada pemanfaatan media digital yang aman dan kreatif guna menstimulasi perkembangan anak tanpa meninggalkan unsur bermain.

Pada jenjang SD, guru didorong menyusun konten pembelajaran interaktif berbasis platform digital untuk memperkuat literasi dan numerasi.

Sementara itu, bagi jenjang SMP, SMA, dan kesetaraan, pemanfaatan Learning Management System (LMS) serta alat kolaborasi digital menjadi fokus utama untuk mendorong kemandirian belajar.

Baca Juga: Suksesi di Kesultanan Banjar

Out put dari bimbingan ini adalah guru bisa mengintegrasikan teknoligi ke dalam perencanaan pembelajaran. Sehingga menciptakan ekosistem kelas yang dinamis.

"Akhirnya tersedia dokumentasi praktik baik dalam portofolio digital guru itu sendiri," pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#digitalisasi #kreatif #Guru #gadget #mengajar #HST