Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Disdik Banjar: Siswa Belajar Jarak Jauh Selama Ramadan, Tenaga Kependidikan WFA

M Fadlan Zakiri • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:35 WIB

 

NGAJI : Kegiatan Pesantren Ramadan siswa SDN Lawiran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, tahun lalu
NGAJI : Kegiatan Pesantren Ramadan siswa SDN Lawiran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, tahun lalu

MARTAPURA - Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menetapkan kebijakan khusus selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Mengatur pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan kegiatan keagamaan di seluruh satuan pendidikan.

Dalam surat edaran yang berlaku untuk PAUD, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan, siswa diarahkan untuk belajar mandiri dari rumah mulai 18 Februari hingga 14 Maret mendatang. Sementara guru dan tenaga kependidikan menjalankan sistem Work From Anywhere (WFA), dengan tetap membuka layanan administrasi sekolah melalui piket minimal 25 persen kehadiran.

Kepala Disdik Banjar, Liana Penny, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi siswa untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman, sekaligus memperkuat karakter melalui kegiatan berbasis keluarga dan masyarakat. “Fokus pembelajaran selama Ramadan lebih pada penguatan karakter, pembiasaan positif, serta aktivitas bersama keluarga,” ujarnya, Selasa (17/2).

Selain PJJ, Disdik Banjar mewajibkan seluruh SD dan SMP melaksanakan Pesantren Ramadan minimal tiga hari. Kegiatan tersebut mencakup tadarus Alquran, kajian keislaman, dan salat berjamaah. Bagi siswa non-muslim, sekolah dianjurkan memfasilitasi pembinaan rohani sesuai agama masing-masing.

“Kami ingin momentum Ramadan tidak hanya diisi kegiatan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter. Pesantren Ramadan menjadi sarana untuk itu,” katanya.

Ia menekankan agar penugasan selama PJJ tidak memberatkan siswa maupun orang tua. Yang utama adalah, menghindari ketergantungan gawai. “Sekolah tetap membuka layanan administrasi pukul 08.00–13.00 Wita selama Ramadan,” terangnya.

SMP Negeri 2 Martapura Barat memastikan siap menjalankan seluruh ketentuan, termasuk Pesantren Ramadan pada 2–4 Maret 2026. Kepala sekolah, Neneng Puput Sari Ramadan menegaskan, meski siswa belajar mandiri, guru tetap memberikan materi terarah agar capaian pembelajaran terpenuhi. “Dukungan orang tua sangat penting agar pembelajaran selama Ramadan tetap berjalan optimal,” ujar Puput.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Sekolah #wfa #Banjar #siswa #disdik #pjj