Selain itu, dalam waktu dekat UNISM juga akan membuka Rumah Sakit (RS) Hewan sebagai sarana penunjang pendidikan. “Harapannya, anak-anak Banua yang ingin menjadi dokter hewan, tidak perlu lagi kuliah jauh ke luar daerah. Di Banua sendiri sudah ada. Kita ingin menjadi yang terbaik, berprestasi, dan bersinar sesuai visi universitas,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan SDM, Dr Dede Mahdiyah M Si CIRR. Menurutnya, program profesi kedokteran hewan nantinya akan didukung praktik di rumah sakit hewan. Selain itu, UNISM juga bekerja sama dengan sejumlah mitra, seperti Balai Karantina, Balai Inseminasi Buatan Veteriner, serta klinik hewan. Saat ini, terdapat 13 tenaga pengajar yang kompeten sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNISM, Prof Dr drh Agik Suprayogi M Sc menegaskan komitmennya dalam menjamin kualitas pembelajaran. Ia memastikan kurikulum, peralatan praktikum, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama.
“Karena ini Fakultas baru, aspek pembelajaran harus benar-benar kami pastikan berjalan dengan baik. Rekrutmen mahasiswa sudah kami lakukan, khususnya bagi putra-putri daerah Banjarmasin. Di sisi lain, kami juga akan terus memperkenalkan bahwa pendidikan kedokteran hewan kini sudah hadir di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNISM ini menjadi program studi pertama dan satu-satunya di wilayah Kalimantan untuk bidang kedokteran hewan dan program profesinya. Dalam kesempatan ini, juga digelar pelantikan pejabat baru FKH UNISM Banjarmasin.
Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Prof Dr Ir Ari purbayanto M Sc menyampaikan FKH UNISM telah melalui proses dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
"Ke depan, akan banyak lulusan dengan kompetensi dokter hewan dihasilkan di Universitas ini, tidak harus mereka pergi ke Jawa. Untuk itu saya akan terus mengawal mutu Perguruan tinggi, termasuk di UNISM Banjarmasin,” ucapnya.
Editor : Fauzan Ridhani