BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin tengah mengkaji kemungkinan regrouping terhadap SDN Pengambangan 5 Banjarmasin. Status lahan sekolah yang bukan merupakan aset Pemko Banjarmasin menjadi salah satu pertimbangannya.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama menyebut kajian itu didasari kondisi lahan sekolah yang sempit. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Lahannya itu sifatnya pinjam pakai,” ujar Ryan, Minggu (8/2).
Menurutnya, regrouping menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan Disdik, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berdiri di atas lahan non-aset pemerintah. Kondisi serupa, kata dia, tidak hanya dialami SDN Pengambangan 5.
“Seperti SDN Murung Raya 1 Banjarmasin juga akan dipikirkan untuk regrouping,” tambahnya.
Meski begitu, Ryan menegaskan kebijakan regrouping tidak akan diputuskan secara tergesa-gesa. Sejumlah aspek tetap menjadi pertimbangan, terutama dampak terhadap peserta didik. “Kita lihat radius dan siswanya dari mana saja. Terus memilih sekolah terdekat dari regrouping ini,” jelasnya.
Selain regrouping, Disdik juga membuka opsi lain berupa tukar guling lahan dengan pemilik tanah. Keputusan akhir nantinya akan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi, terutama dari sisi operasional sekolah.
“Kita lihat dulu mana yang lebih efisien dan efektif, apakah regrouping atau tetap menggunakan lahan dengan tukar guling,” katanya.
Ryan menambahkan, bagi sekolah dengan jumlah siswa relatif sedikit, regrouping dinilai lebih rasional. “Daripada mempertahankan sekolah dengan kondisi seperti itu, tapi biaya operasionalnya lumayan,” banding Ryan.
Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana regrouping tersebut. Ia membenarkan bahwa lahan SDN Pengambangan 5 bukan aset Pemko Banjarmasin. Namun selama ini tidak pernah ada persoalan dengan pemilik lahan. “Selama ini, kami punya surat pinjam pakai yang selalu diperpanjang,” jelasnya.
Dengan jumlah siswa hampir 400 orang, Wahyu menilai regrouping bukan pilihan tepat bagi SDN Pengambangan 5. Ia berharap pemerintah daerah mempertimbangkan alternatif lain, seperti pembebasan lahan atau tukar guling. Terlebih, sekolah tersebut telah meraih berbagai prestasi, termasuk predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2023.
“Sangat disayangkan jika sekolah ini diregrouping, karena banyak penghargaan yang sudah diraih,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief