Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kadisdikbud: Sekolah di HSU dapat Fleksibilitas Belajar Secara Daring Sebab Banjir

M Akbar Radar Banjarmasin • Minggu, 11 Januari 2026 | 14:21 WIB
SUMBER: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSU Rahman Heriadi. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)
SUMBER: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSU Rahman Heriadi. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)

AMUNTAI – Beberapa sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendapatkan kelonggaran terkait kegiatan pembelajaran akibat kondisi banjir yang melanda sebagian wilayah kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) HSU Rahman Heriadi menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk mengutamakan keselamatan seluruh komponen pendidikan.

Menurut Rahman, kebijakan fleksibilitas tersebut berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan Disdikbud HSU.

Setiap satuan pendidikan diberikan hak untuk memilih antara melaksanakan pembelajaran secara daring (online) atau memberikan libur sementara, sesuai dengan kondisi geografis dan tingkat dampak banjir di sekitar sekolah masing-masing.

"Kita berikan kelonggaran atau fleksibilitas untuk memilih belajar daring (online) atau dari rumah. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menjaga keselamatan murid, guru, dan tenaga kependidikan agar tidak terpapar risiko yang mungkin terjadi akibat kondisi banjir," jelas Rahman.

Untuk memastikan informasi terkini mengenai kondisi sekolah dan wilayah sekitarnya, setiap satuan pendidikan diminta untuk melakukan pembaruan berkala.

"Setiap dua hari sekali sekolah harus memperbarui kabar mengenai kondisi lingkungan sekolahnya kepada dinas. Hal ini bertujuan agar kita dapat mengikuti perkembangan situasi dan memberikan dukungan yang diperlukan sesuai kebutuhan," ucapnya.

Rahman menambahkan bahwa tidak ada batas waktu khusus yang ditetapkan untuk masa libur atau pembelajaran daring, karena penentuannya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi banjir di lapangan.

Selama aktivitas tatap muka diliburkan atau diganti dengan pembelajaran dari rumah, pihaknya juga mengimbau para siswa agar tetap menjaga konsistensi dalam belajar.

Rahman mengharapkan para siswa tetap memanfaatkan waktu dengan baik dengan melaksanakan tugas pembelajaran yang diberikan oleh guru.

Orang tua juga diminta untuk memberikan dukungan dan pengawasan agar proses belajar tetap berjalan dengan baik meskipun dilakukan dari rumah.

“Jangan sampai kondisi banjir menghambat proses pendidikan peserta didik kita," pungkasnya.

Ahmad, salah satu orang tua siswa di Kelurahan Sungai Malang, mendukung penuh langkah pemberian kelonggaran atau libur siswa selama masa banjir.

Menurutnya, memaksakan siswa untuk datang ke sekolah dalam kondisi banjir tidak akan memberikan hasil belajar yang optimal.

"Dipaksakan turun siswa juga tidak fokus belajar dan kemungkinan mereka akan bermain air, yang tentunya bisa membahayakan peserta didik," ujar Ahmad.

Ia menyampaikan harapannya agar banjir yang melanda segera surut sehingga aktivitas belajar siswa bisa kembali berjalan normal.

Editor : Arif Subekti
#Banjir #Sekolah #HSU #libur #Hulu Sungai Utara