Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

10 Sekolah Terendam Berbulan-Bulan di HST! Ratusan Siswa Jangan Tertinggal Pelajaran

Jamaludin • Senin, 5 Januari 2026 | 18:17 WIB
LAMA TERENDAM: SDN 1 Sungai Buluh di Kecamatan Labuan Amas Utara masih terdampak banjir. Kepala Dinas Pendidikan HST meminta para siswanya jangan tertinggal pelajaran.
LAMA TERENDAM: SDN 1 Sungai Buluh di Kecamatan Labuan Amas Utara masih terdampak banjir. Kepala Dinas Pendidikan HST meminta para siswanya jangan tertinggal pelajaran.

BARABAI – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sejak akhir tahun hingga awal Januari 2026, berdampak serius pada sektor pendidikan.

Ada 10 sekolah dasar di dua kecamatan terpaksa menyesuaikan sistem pembelajaran akibat genangan air yang bertahan lama.

Dinas Pendidikan HST mencatat, 726 siswa terdampak langsung oleh banjir.

Di Kecamatan Labuan Amas Utara terdapat sembilan SD yang terendam, yakni SDN 1 Sungai Buluh, SDN 2 Sungai Buluh, SDN Rantau Bujur, SDN 1 Mantaas, SDN 1 Tabat, SDN Pahalatan, SDN 2 Tabat, SDN 3 Sungai Buluh, dan SDN 4 Sungai Buluh.

Banjir di wilayah ini bukan kejadian baru.

Genangan mulai terjadi sejak Desember 2024, dan kembali berulang pada Desember 2025, dengan durasi mencapai empat hingga enam bulan.

Kondisi tersebut dipengaruhi letak sekolah yang berada di kawasan rawa.

Ketinggian air yang merendam sekolah bervariasi.

Mulai dari 15 sentimeter hingga 60 sentimeter, mengganggu aktivitas belajar mengajar serta merusak fasilitas sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar mengatakan sistem pembelajaran di sekolah terdampak banjir dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Bagi sekolah yang ruang kelasnya tidak terendam, kita memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengambil kebijakan. Apakah mau luring, atau daring,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Bagi sekolah yang ruang kelasnya terendam, pihaknya menyarankan siswa belajar dari rumah dengan tetap menjalin komunikasi intensif dengan wali murid.

“Jangan sampai terlalu lama, karena kasian anak-anak. Disesuaikan lah, karena situasi seperti ini di beberapa desa menjadi hal biasa seperti Sungai Buluh, Pahalatan dan Mantaas,” tambahnya.

Meski demikian, Anhar menegaskan kebijakan pembelajaran situasional tidak boleh mengorbankan hak siswa untuk mendapatkan materi pelajaran.

“Kita menekankan anak-anak supaya tidak ketinggalan pembelajaran. Terlebih pada bulan Maret atau April mendatang, mereka akan mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SD,” ingatnya.

Kabid SD Dinas Pendidikan HST, Badaruddin menambahkan hanya SDN 1 Sungai Buluh yang masih dapat menjalankan KBM secara normal, meskipun sempat terendam air dengan ketinggian relatif rendah.

Menurutnya, banjir juga menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah, terutama kursi, meja, dan bangunan sekolah.

“Meski demikian, hingga saat ini estimasi kerugian secara rinci masih belum tercatat dalam bentuk nominal rupiah,” ujarnya.

Selain Labuan Amas Utara, banjir juga berdampak di Kecamatan Pandawan.

SDN 3 Mahang Matang Landung, SMPN 20 HST, serta dua TK turut terdampak.

Namun genangan di wilayah ini relatif rendah, sekitar 10 sentimeter, sehingga KBM masih dapat berlangsung secara luring tanpa kerusakan berarti.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Jangan Tertinggal Pelajaran #terendam #HST