KOTABARU – Aula Masjid Apung Kotabaru tampak berbeda, Jumat (19/12) siang. Bukan mahasiswa muda yang memenuhi ruangan, melainkan para pria dan perempuan berambut perak yang tersenyum bangga.
Sebanyak 107 lansia di Bumi Saijaan resmi diwisuda setelah menuntaskan pendidikan Sekolah Lansia Standar 1 (SL1) dan Standar 2 (SL2) Tahun 2025. Momen ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia.
Para wisudawan berasal dari berbagai kecamatan. Mereka mengikuti prosesi secara langsung maupun virtual. Meski usia tak lagi muda, antusiasme mereka tetap tinggi.
Kepala Dinas P3AP2KB Kotabaru, Sri Sulistyani menyampaikan para lansia telah mengikuti pembelajaran terstruktur selama enam bulan. “Sekolah ini bertujuan menjaga lansia tetap sehat fisik dan mental, aktif bersosialisasi, serta produktif agar menjalani masa tua dengan bermartabat,” ujarnya.
Sebanyak 87 orang dinyatakan lulus SL1 dari sejumlah desa. Sementara 20 orang lainnya berhasil lulus SL2 dari Kelurahan Kotabaru Tengah.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Farah Adiba menilai Sekolah Lansia sebagai sarana membangun lansia tangguh melalui berbagai aspek kehidupan. “Ini bukti pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda,” katanya.
Staf Ahli Pemkab Kotabaru, Zaenal Arifin menegaskan lansia merupakan aset daerah yang memiliki pengalaman dan kearifan untuk diwariskan. “Lansia bukan beban, tetapi sumber nilai bagi generasi penerus,” pungkasnya.
Editor : Arief