PELAIHARI - Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) menggelar workshop bertajuk “Meningkatkan Produk Melalui Penerapan Standar Kemasan, Labeling, dan Legalitas Usaha Pada Produk Albumin”, Selasa (25/112025) lalu. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat inovasi dan hilirisasi produk albumin ikan Haruan (gabus) sebagai komoditas unggulan daerah.
Workshop ini juga merupakan rangkaian implementasi Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV) 2025, program nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pendidikan vokasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan industri.
Melalui PRPTNV, Politala berperan mendorong pembelajaran berbasis praktik, penguatan kerja sama dengan industri, serta pengembangan produk inovatif berbasis sumber daya lokal, salah satunya albumin ikan haruan yang memiliki potensi besar di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Kegiatan diikuti oleh mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum yang ingin menggali peluang usaha, serta memahami aspek teknis dalam pengembangan albumin sebagai produk fungsional bernilai ekonomi tinggi di sektor pangan dan kesehatan.
Pada sesi pertama, Sirajuddin, Owner Prolita Albumin sekaligus perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kabupaten Tala memaparkan perkembangan, serta tantangan produksi albumin ikan Haruan. Mulai dari pengadaan bahan baku, efisiensi proses ekstraksi, hingga peningkatan standar mutu.
Ia menyampaikan kebutuhan albumin lokal terus meningkat sehingga diperlukan inovasi teknologi dan manajemen produksi yang lebih terstandar.
Materi kedua disampaikan Andhika Putri Paramita ST MT dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tala. Ia menekankan pentingnya legalitas usaha, sertifikasi, dan standar kemasan sebagai syarat agar produk albumin dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, banyak UMKM terhambat bukan karena mutu produk, tetapi karena belum memenuhi aspek regulatif dan standar kemasan.
Pada sesi terakhir, Yasis Arafat SKM, juga dari dinas yang sama, memaparkan mekanisme Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Ia menjelaskan bagaimana pelaku usaha dapat mengurus izin sesuai tingkat risiko usaha, sehingga proses produksi dan pemasaran dapat berjalan lebih efisien dan aman secara regulasi.
Workshop ini memberikan manfaat langsung bagi peserta, terutama UMKM yang selama ini terkendala dalam memenuhi standar kemasan dan legalitas usaha. Mereka mengaku lebih memahami langkah-langkah untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Politala menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan serupa sebagai upaya mendorong pembangunan ekonomi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan pelaku usaha lokal akan terus diperkuat untuk mendukung hilirisasi berbagai produk berbasis perikanan, pertanian, dan sumber daya lokal lainnya.
“Politala ingin menjadi pusat inovasi agroindustri daerah. Kami percaya hilirisasi akan berhasil jika pendidikan, pemerintah, dan industri berjalan bersama,” ujar Direktur Politala, Dr Ir Meldayanoor, SHut MS saat membuka kegiatan.
Workshop ini diharapkan menjadi pijakan awal terbentuknya ekosistem industri albumin yang lebih terpadu di Kabupaten Tala, sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM dan generasi muda dalam mengembangkan produk bernilai tambah tinggi.
Editor : Fauzan Ridhani